Khitanan Bima Kaysan Romansa Jadi Magnet Ribuan Pecinta Wayang Golek

KABUPATEN BANDUNG, – Suasana penuh kebahagiaan dan rasa syukur menyelimuti Lapangan Alun-alun Cicalengka saat keluarga besar Bapak H. Ilyas dan Ibu Allin, keluarga Alm. Rachmat Enjang dan Ibu Nes Suyati, serta Bapak Asep Romansa dan Ibu Tia Lestari menggelar Tasyakuran Walimatul Khitan putra tercinta mereka, Bima Kaysan Romansa.

Sebagai ungkapan rasa syukur atas terlaksananya prosesi khitanan sang buah hati, keluarga besar mengadakan pagelaran seni budaya wayang golek yang menghadirkan dalang tersohor dari Putra Giri Harja 3, Dadan Sunandar Sunarya.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Alun-alun Cicalengka tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat, Selasa (02/06/2026) kemarin malam.

Ribuan warga dari berbagai wilayah di Kecamatan Cicalengka tampak memadati area pertunjukan sejak sore hingga malam hari. Mereka antusias menyaksikan sajian seni budaya Sunda yang sarat nilai edukasi, hiburan, dan pelestarian budaya daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam Cicalengka, Kepala Desa Cicalengka Kulon, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, para tamu undangan, keluarga besar, serta masyarakat yang datang dari berbagai penjuru desa di Kecamatan Cicalengka.

Ket : Suasana ribuan masyarakat tonton gelaran Wayang Golek di Alun-alun Cicalengka, (02/06/2026).

Selain penampilan wayang golek dari Dadan Sunandar Sunarya, acara juga semakin semarak dengan kehadiran sejumlah bintang tamu ternama, di antaranya pelawak Sunda Ohang dan seniman Yayan Jatnika yang sukses menghibur ribuan penonton yang hadir.

Pagelaran berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Masyarakat yang hadir tampak menikmati setiap rangkaian acara hingga larut malam. Kehadiran ribuan warga menjadi bukti bahwa seni budaya wayang golek masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Sunda.

Mewakili keluarga besar, Ibu Alin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami sekeluarga mengucapkan Alhamdulillah atas segala nikmat dan karunia Allah SWT sehingga putra kami, Bima Kaysan Romansa, dapat melaksanakan khitan dengan lancar dan sehat. Momentum ini menjadi kebahagiaan sekaligus rasa syukur yang ingin kami bagikan bersama keluarga, sahabat, dan masyarakat,” ujarnya pada awak media.

Ia juga mengungkapkan bahwa penyelenggaraan pagelaran wayang golek merupakan bentuk kecintaan keluarga terhadap budaya Sunda sekaligus sebagai sarana silaturahmi dengan masyarakat.

“Kami sengaja menghadirkan pagelaran wayang golek Putra Giri Harja 3 karena selain sebagai hiburan, juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya warisan leluhur. Kami berharap generasi muda dapat terus mencintai dan menjaga budaya Sunda agar tetap hidup dan berkembang di tengah kemajuan zaman,” katanya.

Pihak keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada unsur Forkopimcam Cicalengka, Pemerintah Desa Cicalengka Kulon, para tokoh masyarakat, panitia pelaksana, serta seluruh warga yang telah hadir dan turut menyukseskan acara.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan, Forkopimcam Cicalengka, Kepala Desa Cicalengka Kulon, para tokoh masyarakat, panitia, serta seluruh masyarakat yang telah hadir. Kehadiran dan doa dari semuanya menjadi kebahagiaan dan kehormatan bagi keluarga kami,” tuturnya.

Lebih lanjut, keluarga berharap Bima Kaysan Romansa tumbuh menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, berguna bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar Bima menjadi anak yang sehat, cerdas, berakhlakul karimah, taat beribadah, membanggakan kedua orang tua, serta kelak menjadi generasi yang bermanfaat bagi sesama. Semoga silaturahmi yang terjalin melalui kegiatan ini semakin mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Kemeriahan pagelaran wayang golek tersebut menjadi momen berkesan bagi keluarga besar sekaligus menjadi hiburan rakyat yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana penuh kegembiraan, kebersamaan, dan pelestarian budaya Sunda. (Akuy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan