Ilmuwan: Material Robot Nano Bisa dari DNA

  • Whatsapp
Ilustrasi ROBOT NANO.

BERITAPEDIA – Umumnya, DNA dikenal secara luas sebagai zat pembawa informasi keturunan. Akan tetapi, para ahli mulai melihat DNA dengan perspektif amat berbeda, layaknya bahan dasar pembuatan robot. Dalam berbagai laboratorium di seluruh dunia, peneliti sudah berhasil melipat DNA menjadi bagian bergerak yang dapat menggenggam, menekuk, serta bereaksi terhadap isyarat luar.

Pelajari lebih lanjut

Bacaan Lainnya

Ide yang terdengar seperti fiksi ilmiah ini sekarang berubah menjadi persoalan teknik yang konkret. Persoalan pentingnya bukan lagi jika DNA mampu membentuk mesin, namun apakah mesin-mesin itu bisa dikelola dan dibuat banyak untuk keperluan kesehatan serta industri.

BACA JUGA: Ilmuan Sebut Kekuatan Petir Jupiter 1 Juta Kali Lebih Dahsyat dari Bumi

Menciptakan Komponen Keras Pada Tingkat Molekul

Kelompok peneliti dari Peking University (PKU), termasuk insinyur bernama Lifeng Zhou, meyakini DNA sudah bertindak layaknya perangkat keras pada taraf molekuler. Menggunakan teknik “DNA Origami”, segmen pendek dipakai untuk melipat segmen panjang menjadi bentuk tertentu.

Bagian untai ganda yang keras berfungsi sebagai kerangka dasar, sementara untai tunggal menyajikan kelenturan bagi engsel dan penghubung. Mulai tahun 2015, rancangan ini telah menghasilkan sendi skala nano yang dapat berayun seperti pintu atau memanjang seperti penggeser.

Kemajuan Besar Dalam Bidang Kesehatan dan Industri
Dunia kesehatan menjadi penggerak utama teknologi ini karena badan manusia sudah terbiasa bekerja dengan molekul, sehingga sistem imun tidak menganggap DNA sebagai zat asing.

Beberapa prestasi mengagumkan telah terukir:

Pendeteksian Virus: Pada tahun 2024, sebuah pencengkeram nano berhasil meraih virus SARS-CoV-2 di air liur hanya dalam waktu tiga puluh menit.
Terapi Kanker: Robot DNA yang lain sukses mengantar obat penggumpal darah langsung ke urat nadi tumor pada hewan pengerat, dan baru melepaskannya setelah tiba di tujuan.

Selain dunia medis, bentuk DNA berguna sebagai pola tepat untuk meletakkan partikel nano dengan ketepatan sub-nanometer, sebuah langkah krusial bagi perkembangan alat optik dan elektronik molekuler di masa depan.

Kendala Pengelolaan dan Pembuatan Jumlah Besar

Meskipun terlihat menjanjikan, kendala terbesar muncul pada tingkat yang sangat kecil. Gerakan molekul yang terus menerus, yang dikenal sebagai gerak Brown, menyebabkan bagian-bagian kecil ini mudah bergoyang dan berubah bentuk. Selain itu, ongkos pembuatan dan laju operasi menyimpan serta mengambil data molekuler masih terlalu tinggi bagi pemakaian rutin.

Agar teknologi ini dapat diterapkan secara nyata, para ilmuwan mulai mempertimbangkan cara fermentasi bakteri E. coli untuk memproduksi jalinan DNA yang panjang dalam jumlah besar dengan biaya rendah dan efektif.

“Mesin masa depan tidak hanya akan dibentuk dari logam serta plastik,” catat kelompok peneliti dalam laporan yang dimuat di terbitan jurnal SmartBot.

Perubahan dari uji coba laboratorium menuju bidang rekayasa yang tepercaya sekarang bergantung pada perancangan format yang lebih kuat dan pengaturan kendali yang lebih pintar. Apabila sukses, robot DNA akan segera keluar dari laboratorium untuk menjalankan pekerjaan yang sulit di dalam badan manusia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan