Beritapedia – Institute Tekhnologi Bandung ITB menampilkan teknologi teleskop modern yang sedang dalam tahap pembangunan di Observatorium Bosscha. Teleskop Radio Very Long Baseline Interferometry Global Observing System (VGOS) dirancang untuk memantau pergeseran Bumi, termasuk perubahan iklim.
VGOS di Observatorium Bosscha dikembangkan oleh ITB berkolaborasi dengan Shanghai Astronomical Observatory (SHAO). Alat ini merupakan bagian dari jaringan teleskop radio global yang bekerja secara serentak untuk mengamati sumber radio di kosmos dengan akurasi tinggi.
BACA JUGA: Gunakan Perangkat Linux, Pemerintah Prancis Tinggalkan Windows
Data yang dikumpulkan dari berbagai teleskop di seluruh dunia digabungkan untuk memperoleh pengukuran jarak antar lokasi di Bumi dengan sangat tepat.
Astronom dari ITB, Taufiq Hidayat, menyatakan bahwa sebagian besar teleskop radio Very Long Baseline Interferometry (VLBI) saat ini berada di belahan utara Bumi. Teleskop di Bosscha akan menjadi salah satu yang pertama yang didirikan di dekat khatulistiwa, setelah Brasil.
Dengan adanya teleskop radio VGOS di Bosscha, Indonesia akan berperan sebagai penghubung antara belahan utara dan selatan.
Teknologi VGOS dapat digunakan untuk melacak pergerakan benua, perubahan posisi titik di permukaan Bumi, membangun kerangka acuan yang sangat tepat, menjaga standar waktu, dan juga memeriksa potensi masalah iklim.
Dengan menggunakan alat ini, kita dapat secara akurat menentukan kecepatan pergerakan dan perubahan jarak antar benua.
“Dari sini, kita bisa menilai apakah suatu wilayah berisiko atau tidak,” kata Taufiq di situs resmi ITB.
Teleskop radio VGOS yang ada di Bosscha memiliki ukuran aperture 13 meter. Pada tanggal 9 Juli 2025, antena utama seberat 85 ton sudah terpasang. Setelah pemasangan antena, proyek akan dilanjutkan dengan tahap penyelesaian desain arsitektural, penyelarasan, pemrosesan mesin, dan kelistrikan sebelum beralih ke fase pengujian astronomi dan geodesi.
VGOS di Bosscha akan dilengkapi dengan penerima GNSS, stasiun pengamat cuaca, serta antena holometri, yang mendukung pengembangan riset dari astronomi radio hingga studi dinamika lempeng tektonik.
Selain itu, ITB juga menjalin kemitraan dengan beberapa pusat data internasional seperti TU Wien, TU Munich, SHAO, dan KASI, serta mengeksplorasi perannya sebagai pusat korelasi pemrosesan data VLBI.
Sebagai bagian dari jaringan internasional International VLBI Service for Geodesy and Astrometry (IVS), ITB juga melakukan pendaftaran stasiun ini di International Telecommunication Union (ITU) dengan nama ITB Bosscha VLBI Station.






