Emas Ambruk Hampir 2%, Jual atau beli?

BISNIS, HEADLINE4 Dilihat

Beritapedia – Harga emas global mengalami penurunan signifikan pada pagi hari ini. Situasi yang kembali tegang di wilayah Timur Tengah memberikan dampak negatif terhadap pergerakan harga logam berharga ini.

Pada hari Senin, 20 April 2026, pukul 06:46 WIB, harga emas di pasar spot tercatat sebesar US$ 4.740,2 per troy ons. Angka ini turun sebesar 1,94% dibandingkan dengan penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya.

BACA JUGA: Tahap baru Pengelolaan Selat Hormuz

Situasi di Timur Tengah terus menjadi faktor yang membebani harga emas. Setelah ada momen damai, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat.

Menjelang akhir pekan lalu, Selat Hormuz sempat dibuka kembali untuk aktivitas pelayaran komersial. Salah satu kapal yang berhasil melintas adalah milik Pertamina International Shipping.

Namun, kenyataannya keadaan damai itu tidak bertahan lama. Teheran kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz ditutup karena Israel masih melakukan serangan ke Lebanon.

Israel telah menetapkan jalur kuning di Lebanon, mirip dengan yang diterapkan di Jalur Gaza. Militer Israel menjalankan operasi di jalur tersebut untuk mendeteksi pihak-pihak yang melanggar kesepakatan gencatan senjata.

“Dengan munculnya pelanggaran kepercayaan dan propaganda yang berulang, Selat Hormuz kembali terblokade,” jelas Mehdi Tabatabaei, Juru Bicara Kepresidenan Iran, sebagaimana dilansir oleh Bloomberg News kemarin.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran memberikan peringatan kepada kapal-kapal agar tidak berlabuh di Teluk Persia serta Laut Oman. Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai “kolaborasi dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi sasaran”.

Presiden AS Donald Trump juga mengungkapkan bahwa angkatan laut AS telah melepaskan tembakan dan menyita kapal kargo berbendera Iran. Sejumlah kapal terpaksa meninggalkan jalur pelayaran hanya beberapa jam setelah Selat Hormuz dibuka.

Perkembangan ini menyebabkan harga minyak mentah meningkat tajam. Pada pukul 06:59 WIB, harga minyak tipe brent melonjak 6,88% menjadi US$ 96,58 per barel.

Jika ketegangan ini terus berlanjut dan harga minyak terus meroket, ancaman inflasi masih akan membayangi dunia. Oleh karena itu, bank sentral di banyak negara akan menghadapi kesulitan untuk melonggarkan kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga acuan.

Emas dikenal sebagai aset yang tidak memberikan hasil (non-yielding asset). Memiliki emas cenderung kurang menguntungkan ketika suku bunga belum mengalami penurunan.

Komentar