Beritapedia, Garut – Yudha Puja Turnawan Anggota DPRD Garut Fraksi PDIP tak ada henti-hentinya peduli terhadap kaum miskin, dalam kesempatan ini dia kunjungi Ibu Imas seorang lansia janda tua duafa yang tinggal bersama anaknya dede penyandang disabilitas di kampung selaawi RT 02 RW 01 desa sirnajaya kecamatan tarogong kaler, pada Juma’t 15 Mei 2026.
Kata Yudha Puja, karena desilnya tinggi Ibu Imas dan anaknya tidak mendapatkan semua jenis jaring pengaman sosial dari pemerintah pusat, padahal beliau merupakan seorang janda lansia du’afa dan hidupnya pun penuh keterbatasan, baik itu segi ekonomi ataupun lainnya.
Permerintahan desa sirnajaya dan pendamping sosial sudah berikhtiar secara maksimal dengan mengusulkan pembaharuan desil agar ibu imas dan anaknya bisa mendapatkan bantuan sosial pemerintah pusat, namun hingga kini belum juga ter verifikasi,” jelasnya Yudha.
“Ya semoga adanya temuan ini bisa menjadi bahan perhatian pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat. Agar segala sesuatu bagi warga masyarakat khususnya kabupaten garut yang keadaannya seperti bu Imas dapat di mempermudah dan menyederhanakan perbaikan DTSEN,” Ungkapnya Yudha saat di konfirmasi melalui pesan wastup milik pribadinya, pada juma’t malam 15 Mei 2026.
Menurut wakil rakyat DPRD Fraksi PDIP Kabupaten Garut Yudha Puja dalam hal ini membeberkan, bahwa ada banyak hal mengenai peraturan perundang- undangan yang mengamanatkan dari pemerintah. Dimana agar menyediakan social safety net untuk lansia tidak mampu dan penyandang disabilitas, yaitu dari UU nomor 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia dan, UU nomor 11 tahun 2009 tentang penyelenggaran kesejahteraan sosial dan ada juga dalam UU nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas,” Tegasnya.
Selain IBu Imas, Anggota DPRD Yudha Puja Turnawan bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut dan, sekretaris desa sirnajaya beserta dari pendamping sosial desa sirnajaya berkeliking mengunjungi 8 keluarga duafa yang berada di desa sirnajaya kecamatan tarogong kaler. Diantaranya ibu nunung di kampung selaawi, kemudian ke abah aan, ibu komanah, pak aep, ibu emin, ibu aisah, dan ekon di kampung solokpandan RW 10 desa sirnajaya.
Dalam kunjungan ini saya memberikan tali asih sembako dan santunan uang untuk kedelapan keluarga yang dikunjungi. Alhamdullillah DKP Kabupaten Garut juga memberikan sembako untuk semua keluarga yang di kunjungi tadi,” ujar Yudha.
Saya selaku anggota DPRD Garut berharap keluarga du’afa bisa diusulkan secepatnya untuk mendapatkan bansos reguler pemerintah dari pusat. Apalagi ibu aisah janda yang tidak memiliki rumah dan, ada juga abah aan sudah berusia 90 tahun lebih dalam kondisi sakit, namun pada saat ini belum mendapatkan bantuan sosial pemerintah pusat,” Paparnya.
( Nuroni ).






