Strategi Meningkatkan Kapasitas Media Online Upaya Meraih Kepercayaan Sponsor

Peran media online sebagai katalisator dan mediator pembangunan nasional, memerlukan strategi dalam meningkatkan kapasitas media sehingga media bisa berdaya dan berpengaruh terhadap Pembangunan Nasional Tanpa menanggalkan idealisme.

BERITAPEDIA.CO.ID, BANDUNG- Puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Jabaddar, media online Mata Grup, dan beberapa media lainnya ikuti coaching peningkatan kapasitas media online, di kantor Mata Grup, Perum Kencana Rancaekek Kabupaten Bandung, Selasa (25/7/2023).

Tak tanggung-tanggung acara yang di gawangi Agus Wahyudin Ketua Forum Media Mata Grup, sekaligus tuan rumah pelatihan. Menghadirkan konsultan ternama yang melanglang di dunia pelatihan.

Dede Farhan Aulawi, trainner berbagai institusi BUMN, BUMD, TNI/Polri, dan perusahaan swasta, menyempatkan waktunya selama 2 jam untuk memberikan pemaparan strategi bisnis media kepada para pimpinan redaksi dan wartawan peserta pelatihan.

Dede Farhan Aulawi Konsultan Media Mata Grup memberikan gambaran umum dan gambaran khusus strategi media online dalam menghadapi tantangan di depan.

Sedikitnya ada tiga topik yang dibahas dalam pelatihan, diantaranya membahas peran media dalam menyelesaikan permasalahan negara.

Peranan pers menyikapi isu nasional dan daerah pada momentum Pemilu 2024. Serta terakhir, strategi bisnis media online dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pers ataupun wartawan tanpa harus menanggalkan idealisme media.

Dede Farhan Aulawi yang pada bulan mei 2023 kemarin  menjadi Konsultan Pertahanan dan Keamanan dalam Rakernis Brimob Polda Papua, memaparkan kepada peserta perbedaan gaya atau model media dulu dengan model media online saat ini.

Dulu, ketika informasi masih disuguhkan dengan model cetakan, baik koran, buku, tabloid atau produk media cetak lainnya. Wartawan atau penulis dihargai karyanya dengan nilai rupiah yang lumayan.

Tulisan Adalah Produk Utama Media

Walau bagaimanapun, tidak bisa dipungkiri bahwa artikel adalah salah satu produk utama dari media. Dengan tulisan yang baik sesuai dengan kaidah cara menulis, memperlihatkan identitas dan kewibawaan satu media.

Dulu, redaksi perusahaan media untuk mendapatkan sebuah artikel, biaya yang dikeluarkan untuk sebuah tulisan mahal. Contohnya, kalau ada peristiwa yang harus dikejar tayang dan lokasinya jauh, biaya transportasi dan biaya lainnya pun harus diperhitunglan redaksi.

Namun berbeda dengan gaya media online saat ini, informasi atau artikel dapat diperoleh redaksi dengan berbagai cara.

Ada dua cara yang bisa dilakukan, diantaranya dengan membangun relasi dengan para pakar atau narasumber yang juga penulis, dimana sekali-kali mereka bisa menulis artikel  yang di kirim ke redaksi hanya memuatnya saja.

Yang kedua, redaksi media membangun relasi dengan kontributor di berbagai daerah. Sehingga, kebutuhan artikel atau tulisan yang akan dimuat di media terpenuhi, semacam membina kontributor lepas.

Biayanya lebih kepada insentifnya disesuaikan dengan kontrbusi artikel yang dikirim kontributor. Biasanya hari ini asal saling menjaga kuota saja.

Fokus Pemberitaan

Media harus memiliki fokus terhadap segmen pemberitaan (segmented). Sebab fokus pemberitaan ini akan memberikan ciri khas dan identitas suatu media.

Misal, ada media yang fokus pemberitaan tentang kriminal, tetapi tidak memuat pemberitaan yang lain. Namun, terdapat plus dan minus dari ciri media ini. Plus nya media tersebut fokus, tetapi minusnya sponsor pemberitaan juga terbatas, karena media sudah membatasi segmentasi pembacanya.

Dari contoh tersebut, pembaca akan dibatasi kepada orang yang senang kepada informasi kriminal. Dimana pada satu waktu, pembaca akan berada pada satu titik jenuh dalam membaca informasi kriminal.

Dampaknya, ketika media jarang dibuka atau dibaca akan berpengaruh terhadap viewer karena media membatasi pada topik tertentu. Ketika viewer sedikit, traffik media pun kecil, akhirnya berpengaruh pada harga sponsor media.

Bagaimana kiat media online meningkatkan traffik pembaca? Salah satu caranya adalah membagi prosentase segmen pembaca. Harus ada varian informasi yang disuguhkan media untuk mendorong fokus berita.

Hal itu dilakukan untuk medapatkan segmen pembaca, yang akan berpengarug terhadap traffik media. Sebab, walau bagaimanapun trafik media sangat menentukan untuk mendapatkan sponsor/iklan yang berdampak pada kesejahteraan media/wartawan.

Dede Farhan Aulawi juga saat ini sebagai ketua Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia.

Penulis: Andi Rohendi

Komentar