Kamboja, Berita Pedia.co.id-Hun Sen lahir pada tahun 1952 di sebuah distrik pedesaan kecil di Sungai Mekong.
Pada saat remaja, ia bergabung dengan gerakan Rouge sebagai respons atas kudeta pada 1970 yang dilakukan kepala pertahanan Lon Nol.
Lon Nol kala itu menggulingkan pemerintah monarki dan pemimpin kemerdekaan Norodom Sihanouk.
Lima tahun berselang, para gerilyawan berhasil merebut Phnom Penh. Ibu kota kamboja pun dikosongkan dari penduduk dan melakukan genosida yang memusnahkan seperempat penduduk Kamboja.
Hun Sen lalu melarikan diri ke Vietnam pada 1977. Dia takut keadaan makin buruk saat itu.
Dua tahun berselang yakni pada 1979, Hun Sen dilantik sebagai menteri luar negeri Kamboja oleh Vietnam. Pelantikan dilakukan usai ia menggulingkan pemerintahan Khmer Rouge.
Hun Sen kemudian menjadi perdana menteri Kamboja pada 1985 saat dirinya berusia 32 tahun.
Pada tahun 1993, partai Hun Sen, CPP, kalah dalam pemilu dari partai royalis FUNCINPEC.
Dan kedua partai itu tak ada yang mendapat suara mayoritas di parlemen. Keduanya pun terpaksa menjadi aliansi untuk membentuk pemerintahan.
Hun Sen mendapat jabatan sebagai Perdana Menteri Kedua saat itu. Namun pada 1977, ia memimpin kudeta berdarah yang menewaskan puluhan pejabat FUNCINPEC dan berhasil menggulingkan Norodom Ranariddh.
Ia melakukan kudeta karena FUNCINPEC mulai berkolaborasi dengan orang-orang Khmer Rouge yang tersisa untuk mengumpulkan kekuatan.
Pada tahun 1998 Setelah insiden itu, Hun Sen pun menjadi perdana menteri tunggal Kamboja.
Pada 2013, CPP mengklaim kemenangan tipis atas Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP) yang dipimpin Sam Rainsy dalam pemilihan umum 2013. Klaim ini pun memicu protes di Phnom Penh.
Hun sen sebagai perdana menteri kamboja terlama di dunia, mengumumkan bakal mundur dari jabatan setelah memimpin negara itu sejak 1985 silam.
“Saya ingin meminta pengertian kepada orang-orang karena saya mengumumkan bahwa saya tidak akan lanjut sebagai perdana menteri,” kata Hun Sen dalam siaran televisi pemerintah, seperti dikutip AFP, Rabu, 26 juli 2023.
Hun Sen mengatakan Hun Manet, sebagai putranya yang akan menjadi cikal bakal penerus jabatan dia untuk memimpin negara itu.
Pengumuman Hun Sen ini disampaikan setelah pemilihan umum Kamboja dikecam karena dinilai tak bebas dan adil.
Partai rayat Kamboja (CPP) yang dipimpin oleh Hun Sen menang pemilu dengan mengantongi 120 dari 125 kursi, pada hari minggu 23 juli 2023.
CPP menang karena tak punya pesaing. Karena Partai-partai oposisi Kamboja memang dilarang ikut dalam pemilihan umum.







Komentar