BBHAR DPC PDIP Kabupaten Garut Akan Fokus Advokasi dan Pendampingan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Daerah, Politik38 Dilihat

Beritapedia, Garut – Badan Bantuan Hukum Dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Garut adalah sayap partai yang bergerak di bidang advokasi dan bantuan hukum. Badan Bantuan Hukum Dan Advokasi Rakyat DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Garut atau yang disingkat BBHAR ini akan konsentrasi terhadap Advokasi dan perlindungan terhadap anak dan perempuan terutama pada korban pelecehan seksual dan kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), Ujar Ketua BBHAR Aditya Kosasih SH. disela sela Launching Program dan Syukuran Pembukaan sekretariat Baru DPC PDIP Garut d Jl. Otista Depan Bunderan Tarogong Garut Senin 20/4/2026.

Lebih lanjut Aditya mengungkapkan bahwa BBHAR sebagai sayap pertai akan melakukan program – program Advokasi, diantaranya :

1. Melakukan advokasi terhadap korban

2. Menjalin kerjasama dengan pemerintah

3. Membuka hotline / pengaduan untuk korban kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

Program ini akan menjadi konsen BBHAR DPC PDI – Perjuangan Kabupaten Garut mengingat angka kekerasan terhadap anak dan perempuan sangat tinggi dan trendnya terus mengalami peningkatan Tahun 2024 Garut mendapat 130 kasus dan pada Tahun 2025 menjadi 210 kasus, sebuah kondisi yang sangat memprihatinkan Ujarnya.

Sementara Ketua DPC PDIP Ilham F Wiratmaja menyampaikan Bahwa DPC PDIP Kabupaten Garut berkomitmen untuk melakukan Advokasi dan pendidikan bagi Korban dengan meluncurkan Program Yang di beri nama Program “Perempuan Berdaya” yaitu program pendampingan dan pendidikan bagi Korban Penyintas dan menjadikan korban penyintas menjadi anak asuh yang umurnya dibawah 5 Tahun dan 10 Tahun “Kita akan berkomitmen melakukan pendampingan dan Pemberdayaan terutama untuk para korban pelecehan seksual maupun korban kekerasan dalam rumah tangga, baik Pendidikan formal maupun informal. kami juga akan melakukan Up Skill untuk para korban yang terjadi pada tahun 2021 termasuk pendampingan psikologis mengingat para korban masih merasakan trauma sampai dengan saat ini ujar Ilham.

Mengenai Korban yang sedang ditangani Ilham tidak bisa memberikan keterangan terkait identitas karena yang bersangkutan tidak mau di ekspose serta untuk melindungi korban ujar Ilham mengakhiri Pembicaraannya .­

(Nuroni)

Komentar