BERITAPEDIA.CO.ID, CICALENGKA -Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cicalengka menggelar Muzakaroh / tukar pikiran permasalahan di Kecamatan di Mapolsek Cicalengka, Kamis (31/8/2023).
Muzakarah ini rutin dilakukan MUI Kecamatan Cicalengka setiap bulannya dengan teknis berkeliling di masing-masing MUI Desa. Kebetulan akhir bulan Agustus ini dilaksanakan Di Desa Cicalengka Kulon dan mengambil tempat di Mapolsek Cicalengka.
Sekretaris MUI Kecamatan Cicalengka, Ustad Asep Abdul Azis mengutarakan, Muzakarah adalah tempat atau ruang untuk melakukan tukar pikiran permasalahan.
“Muzakaroh berarti pertukaran pikiran tentang suatu masalah. Untuk membahas permasalahan masyarakat yang sedang berkembang,” ungkap Ustad Asep Azis.
Pada kesempatan Muzakarah ini, dibahas Kaitan Hukum saksi dipandang dalam Fiqih, oleh Ustad, Dadi dan juga usulan-usulan permasalahan yang terjadi oleh tokoh masyarakat, dan para kepala Desa.
“Seperti Tadi dijelaskan oleh Ustad Dadi pandangan saksi dipandang dari usul fiqih, ungkap ustad Azis.
Muzakarah sendiri rutin dilakukan oleh MUI Kecamatan keliling setiap MUI Desa. Kebetulan hari ini bertempat di Cicalengka kulon!! Imbuh Abdul Azis yang juga pimpnan Ponpes Al Faruk.
Kapolsek Cicalengka Kompol Deni Rusnandar,SH, MH, mengutarakan selaku tuan rumah kegiatan Muzakarah. ” Kami hanya menyediaka fasilitas tempat yang di gagas MUI, kebetulan bulan ini Muzakarah dilakukan MUI Deaa Cicalengka Kulon,”ungkapnya.
Berdasarkan pantauan, kegiatan Khidmat dilaksanakan, santai, tapi serius membahas tentang hukum dilihat dari usul fiqih, dan usulan-usulan permasalahan prioritas yang dilaporkan kepala desa dan tokoh cicalengka.
Hadir dalam giat tersebut para tokoh masyarakat, ulama, Danramil, Kepala Desa Cicalengka Kulon, Desa Dampit, Kades Cikuya, Fatpol PP kecamatan, lengkap dari MUI Desa.
Ditempat yang sama, kepala Desa Cicalengka Kulon H. Deni mengapresiasi giat Muzakarah MUI. Sebab kegiatan ini besar manfaatnya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Muzakarah, sangat besar manfaatnya. Muzakaroh tersebut tujuannya sebagai ajang silaturahmi antara tokoh ulama dan tokoh masyarakat dan juga pemerintahan setempat,” ungkap H. Deni Kepala Desa Cicalengka Kulon.
Ia mengharapkan dari Muzakarah dapat menyandang gelar baldatun toyyiban warobun gopur.
“Muzakarah bisa membuat kita menuju pemimpin yang baik dan warrobun gopur,” ungkapnya.
Keberlanjutan Muzajarah perlu dipertahankan kalau bisa hal ini dilakukan setiap bulan di tiap desa.
Kades Cicalengka Kulon dalam kesempatan tersebut menyinggung masalah karnaval. Karnaval peringatan HUT RI, dan Peringatan Hari Besar Islam jangan dihilangkan karena antusias warga Cicalengka terhadap karnaval begitu beaar.
“karnaval HUT RI, pawai obor 1 Muharram, dan peringatan lainnya perlu dipertahankan tetapi mungkin kemasannya harus dirubah. Warga jangan mengotori semangat peringatan tersebut,” pungkasnya.
Penulis: Andi Rohendi








Komentar