GARUT, BERITAPEDIA.CO.ID- Bupati Garut Rudi Gunawan mengingatkan kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara ASN dilingkungan pemerintahan kabupaten (Pemkab)Garut bahwa saat ini dalam masa tanggap darurat prihal kekeringan yang melanda.
“Saya ingatkan kembali bahwa saat ini sedang dalam masa tanggap darurat kekeringan Hidromitologi atau kekurangan air,”
Rudi menyampaikan apresiasi dan sangat berterimaksih kepadadinas damkar, PDAM , dinas pertanian, kecamatan dan kepala desa sudah melakukan langkah langkah termasuk stecholdier lainnya telah membantu masyarakat yang telah kekurangan air,
“Kami siap membantu mengatasi kekeringan dengan turun langsung kelapangan membawa alat alat untuk bisa mengatasi kekeringan trrutama yang yang sumber airnya tapi alatnya tidak ada,ucapnya.
Menurut Rudi Gunawan saat ini pemkab garut sudah menyiapkan beras untuk disalurkan kepada warga yang kekurangan beras tapi tidak di umumkan langsung, karena khawatir digunakan atau dimanfaatkan oleh oknum oknum orang tertentu.
“Stok beras di garut cukup, tapi harga beras akan naik sedikit kita juga akan membuat oprasi pasar, jadi ada anggaran Rp 2 miliar yang akan digunakan untuk oprasi pasar, anggaran RP 2miliar ini dana yang didapatkan ( dari pusat ) ucapnya, dari menurunkan inflasi, untuk beras saja sekitar Rp 2miliar, karena sekarang yang butuh itu beras kata Rudi gunawan.
Dampak yang ditimbulkan dari akibat kekeringan air yang melanda tersebut juga menjadi kendala dan keluhan warga masyarakat di kabupaten garut,.ucapnya.
Salah satunya dengan mahalnya harga beras yang naik dipasaran yang sangat memberatkan masyarakat garut.
“Ada salah satu warga selaku pembeli beras eceran merasa terbebeni dengan kenaikan harga beras ini meskipun cuman naik beberapa ribu rupiah saja,” ucap mang heru salah satu warga kampung cikabuyutan.
Mang heru berharap kepada pemerintah supaya harga beras tidak terus terusan naik dan permasalahan harga beras ini yang melonjak.,imbuh mang heru,harus segera diatasi oleh pemerintahan kabupaten garut.*(RONI)








Komentar