BERITAPEDIA.CO.ID,GARUT – Pembagian bantuan sosial PKH di Desa Citeras, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut menimbulkan polemik. Tidak tanggung – tanggung, polemik tersebut dipicu oleh adanya pembagian bantuan PKH pada Jum’at malam (25/8) ada pemotongan admin yang dilakukan oleh relawan sosial desa setempat.
Parahnya, salah seorang ketua relawan sosial di Desa Citeras Helmi mengklaim bahwa jajarannya sudah mendapat restu dari Direktorat Jendral di Kementrian Sosial RI dan Sekdinsos Kabupaten Garut.
“Dasar berdirinya relawan sosial ini, dikarenakan ada ketidak beresan dalam pelaksanaan pembagian PKH pada tahun lalu se – Kecamatan Malangbong tidak beres,” Tutur Helmi.
Ia menambahkan terkait pemotongan admin di setiap KPM, bervariasi. Yakni untuk KPM PKH yang mendapatkan jumlah bantuan sebesar Rp 1 juta besaran adminnya yakni Rp 50 ribu. Sedangkan bagi yang lain dengan jumlah sebesar Rp 800 ribuan dikenakan sebesar Rp 25 ribu.
“Uang pemotongan admin untuk biaya jasa tim relawan berikut akan dibagikan kepada para ketua RT dan RW di desa kami,” Ujar Helmi.
Ketua kelompok KPM PKH Desa Citeras Inisial ES menyampaikan keberatannya bahwa beberapa kali pencairan PKH para pendamping tidak pernah mendampingi masyarakat.
“Yang saya tahu pencairan kali ini masyarakat mendapat potongan sebesar Rp 25 ribu per KPM,” Ujar ES.
Kordinator Kabupaten PKH Wilayah Garut Utara Dinas Sosial Kabupaten Garut Aceng Khotib menyampaikan prihatin atas kekisruhan yang terjadi atas pembagian PKH tersebut. Kata Aceng, terkait keberadaan relawan sosial di desa tersebut pihaknya masih menyelidiki legalitas nya.
“Kalau polemik yang terjadi di desa tersebut berkepanjangan maka akan berdampak atas ditunda nya pembagian PKH se-Kecamatan Malangbong, tentunya akan sangat merugikan masyarakat yang memiliki haknya,” Ujar Aceng, Rabu (13/9).
Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Citeras yakni Oyan Setiawan mengaku dirinya tidak tahu menahu terkait penyaluran bantuan sosial tersebut. Menurutnya, dirinya menjadi Kepala Desa Citeras belum lama dan relawan sosial yang terbentuk itu sebelum dirinya menjabat relawan sosial tersebut sudah ada terbentuk.
“Sebelum Saya menjadi Kepala Desa relawan sosial ini sudah ada, mereka bertugas membantu ataupun mendampingi masyarakat yang mendapatkan bantuan sosial tersebut,”cetusnya.







Komentar