Ternak Domba, Ketahanan Pangan Desa Nagreg Tingkatkan Pemberdayaan Ekonomi Peternak

BISNIS, Daerah14 Dilihat

Beritapedia.co.id, Bandung- Dalam Rangka meningkatkan Penghasilan Ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, Desa Nagreg Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, membidik ternak domba sebagai Sektor Ketahanan Pangan.

Desa Nagreg, melalui Sekdes desanya Maman Suryatman menjelaskan terkait pemilihan alasan ternak domba sebagai pilihan dari program ketahanan pangan di desanya.

“Dalam rangka meningkatkan sektor ekonomi melalui anggaran program ketahanan pangan 2023, Desa Nagreg kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, memberdayakan masyarakat melalui kelompok peternakan Kambing yang dikelola kelompok Ternak Agro Makmur Lestari di Dusun 1,” ucap Maman.

Adapun untuk program ini, Desa Nagreg telah mengalokasikan anggarannya sebesar Rp. 154 juta, untuk pembelian bibit dombanya.

“Dari 44 ekor kambing yang dibagi 15 orang di satu kelompok yang ada di Dusun Satu Rw 01 ternak Domba adalah salah satu Program peningkatan ketahanan pangan masyrakat. Agar ada tarap peningkatan ekonomi masyarakat kededapannya melalui ternak Domba,” Tuturnya.

Pertimbangan lainnya, lanjut Maman, sebab Desa Nagreg tidak memiliki lahan sawah atau lahan pertanian, namun memiliki peternak yang sudah terbiasa melakukan ternak domba.

“Jadi, kita sebagai pemerintahan desa, hanya mendorong apa yang menjadi keinginan warga desa, salah satunya adalah keinginan meningkatkan ekonomi dari ternak domba,” ungkap Maman.

Melalui program ketahanan pangan, bukan hanya tahun ini saja, di tahun berikutnya pun kita akan tetap berjalan selama masyarakat berkomitmen baik dan memegang amanah.

Atas nama pemerintahan desa Nagreg, kami berharap dengan memperdayakan masyarakat yang sudah tergabung dikelompok tani yang tadinya jumlah anggota 15 orang menjadi bertambah 20 anggota. Ini suatu bukti bahwa masyarakat di kedusunan Satu serius dalam mengelola program ketahanan pangan.

Ketua Kelompok Tani/ternak Agro Makmur Abun Syam (50) menyambut baik kebijakan desa Nagreg, dalam pemilihan program ketahanan pangan di sektor ternak ini, sebab dengan subsidi modal usaha ternak ini kelompoknya meyakini dapat berkembang.

“Kita sebagai kelompok ternak merasa bersyukur atas program ketahanan pangan ternak domba ini, sebab melalui program ini, kelompok kami bisa bertambah dan berkembang secara pendapatan,” Ucap Abun.

Abun melaporkan, sampai saat ini progres dari ternak domba sudah mengalami peningkatan. Di kandang ternaknya saja, kini sudah bertambah jumlah peternak sebanyak 15 orang, yang dulunya tidak mempunyai pendapatan kini sudah punya pendapatan dari ternak domba ini.

“Sekarang sudah bertambah 15 orang anggota yang punya pekerjaan mengurus domba,” Ungkap Abun.

Begitupun dirasakan Anung (50) dan Agus (45), dampak dari program ketahanan pangan ternak domba ini bagi mereka dan keluarganya. Pasalnya, mereka bisa bisa mendapatkan sebesar Rp. 50 ribu dari kerja sebagai pengambil rumput pernah harinya.

“Alhamdulillah sehari bisa dapat dia ikat/karung rumput atau pakan domba, kalau dua ikat kita dapat dibayar 50 ribu, ” Ucap Anung dan Agus.

Mereka berharap program ini bisa berlanjut, sebab setidaknya sehari mereka dapat gambaran pendapatan secara ekonomi, untuk bisa menghidupi keluarganya.

“Kami berharap ternak domba ini dapat berlanjut dan berkembang, sebab kalau ini terus berjalan. Tentu saja kami bisa makan,” Pungkas Agus dan Anung.

Penulis: Andi Rohendi

Komentar