BANDUNG – Semangat kebersamaan terpancar kuat di Kp Babakan Simpang Gunung Leutik, Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.
Kegiatan fisik pengecoran jalan yang menjadi bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung terus dikebut hingga menjelang subuh tadi, Minggu (15/02/2026).
Pengerjaan dilakukan pada titik 1.100 meter ke arah 1.200 meter dari total pengerjaan mencapai 1500 meter. Hingga subuh tadi, capaian pengecoran mencapai kurang lebih 100 meter.
Meski waktu terus berjalan dan suhu udara pegunungan semakin dingin, anggota Satgas TMMD Reguler Ke-127 bersama masyarakat Desa Cipelah tetap menunjukkan semangat tanpa kenal lelah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana gotong royong begitu terasa. Anggota Satgas TMMD bahu-membahu dengan warga, mulai dari proses pengadukan material, pengangkutan, hingga perataan cor beton. Sorot lampu penerangan seadanya tidak menyurutkan tekad mereka untuk menuntaskan target pekerjaan.
“Kerja malam bukan halangan. Justru ini bukti bahwa TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan kepedulian,” ujar salah satu anggota Satgas di sela kegiatan, pada awak media.
Warga Desa Cipelah pun menyambut antusias pembangunan jalan tersebut. Mereka berharap akses jalan yang lebih baik akan membuka peluang ekonomi, mempermudah mobilitas hasil pertanian, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Program TMMD Reguler Ke-127 yang digelar oleh Kodim 0624/Kabupaten Bandung ini merupakan wujud sinergi antara TNI dan pemerintah dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Melalui kerja keras tanpa mengenal waktu, pengecoran jalan di Desa Cipelah diharapkan segera rampung sesuai target. Jalan yang kokoh dan layak pakai nantinya akan menjadi urat nadi baru bagi aktivitas warga, sekaligus simbol nyata bahwa kolaborasi dan gotong royong mampu menghadirkan perubahan bagi desa. (Akuy)








Komentar