BANDUNG – Momentum suci Ramadhan 1447 Hijriah menjadi refleksi mendalam bagi Danramil 2402/Cicalengka, Kapten Inf Sumarna Chaerul, dalam memaknai tugas teritorial yang membawahi tiga kecamatan, yakni Cicalengka, Nagreg, dan Cikancung.
Di bulan penuh berkah ini, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat keimanan, menjaga persatuan, serta meningkatkan kepedulian sosial sebagai fondasi ketahanan wilayah.
Dalam pernyataannya, Danramil 2402/Cicalengka, Sumarna Chaerul, menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk membangun karakter, disiplin, serta semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat.
“Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Di bulan ini kita dilatih untuk sabar, jujur, disiplin, dan peduli terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi dalam menjaga keamanan dan ketahanan wilayah, khususnya di Kecamatan Cicalengka, Nagreg, dan Cikancung,” ujar Kapten Inf Sumarna Chaerul, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/02/2026).
Ia menyampaikan doa dan harapan agar masyarakat di tiga kecamatan yang menjadi wilayah binaannya senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta keberkahan dalam menjalankan ibadah puasa.
“Saya berdoa semoga seluruh warga diberikan kekuatan lahir dan batin dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Semoga setiap amal ibadah kita diterima Allah SWT dan menjadi jalan hadirnya kedamaian, kesejahteraan, serta persatuan yang semakin kokoh di tengah masyarakat.”
Tak hanya kepada masyarakat, Danramil juga memberikan pesan khusus kepada seluruh anggota Koramil Cicalengka agar menjadikan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan kualitas pengabdian.
“Kepada seluruh anggota Koramil, saya tekankan agar tetap menjaga profesionalitas, disiplin, serta kedekatan dengan rakyat. Jadikan Ramadhan ini sebagai sarana introspeksi diri dan penguatan moral. Prajurit TNI harus menjadi teladan di tengah masyarakat, baik dalam sikap, ucapan, maupun tindakan.”
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah selama bulan Ramadhan, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, balap liar, peredaran minuman keras, hingga potensi konflik sosial yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah masyarakat.
“Mari kita jaga bersama suasana Ramadhan agar tetap aman, nyaman, dan kondusif. TNI tidak bisa bekerja sendiri. Sinergitas dengan Polri, pemerintah kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga adalah kunci utama.”
Menurutnya, ketahanan wilayah bukan hanya soal aspek pertahanan fisik, tetapi juga ketahanan sosial dan spiritual masyarakat. Jika masyarakat kuat secara iman dan persatuan, maka wilayah pun akan kokoh.
Menutup pernyataannya, Danramil Cicalengka mengajak seluruh warga untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat silaturahmi dan menghapus sekat perbedaan.
“Di bulan yang penuh ampunan ini, mari kita saling memaafkan, memperkuat ukhuwah, dan menjaga kebersamaan. Dari desa yang rukun dan damai, kita turut menjaga keutuhan NKRI. Semoga Ramadhan 1447 H membawa keberkahan bagi kita semua.”
Dengan semangat Ramadhan, Danramil berharap sinergi antara TNI dan masyarakat di Cicalengka, Nagreg, dan Cikancung semakin solid, demi terciptanya wilayah yang aman, religius, dan berdaya. (Akuy)







Komentar