BANDUNG – Suasana religius dan penuh kebersamaan terasa kental dalam kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Forkopimcam Cicalengka hari kedua yang digelar di Mesjid Jami Al-Ikhlas Cijalupang, Desa Waluya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/02/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Cicalengka, Ketua Apdesi Kecamatan Cicalengka, para kepala desa se-Kecamatan Cicalengka, Kepala KUA Cicalengka, Ketua DKM Mesjid Agung Cicalengka, MUI Cicalengka, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ratusan warga yang memadati area masjid sejak ba’da Isya.
Rangkaian acara diawali dengan shalat Isya berjamaah, dilanjutkan shalat Tarawih, sambutan-sambutan, serta penyampaian informasi penting terkait pemerintahan dan pelayanan publik kepada masyarakat.
Dalam pernyataannya, Camat Cicalengka, Cucu Hidayat, menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terkait mekanisme Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW), yang dinilainya berbeda secara mendasar dengan Pilkades reguler.
“Perlu kami sampaikan kepada seluruh masyarakat, bahwa pemilihan Kepala Desa PAW berbeda dengan Pilkades reguler. Dalam Pilkades PAW, para pemilih bukan seluruh warga desa, melainkan perwakilan dari unsur-unsur tokoh yang ada di masing-masing RW,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa unsur perwakilan tersebut terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kelompok tani, tokoh pendidikan, serta perwakilan perempuan di setiap wilayah RW.
“Jadi sistemnya berbasis representatif. Mereka yang dipilih menjadi pemilih adalah figur-figur yang benar-benar mewakili aspirasi masyarakat di lingkungannya masing-masing. Ini penting dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tambahnya.
Cucu Hidayat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah, menjunjung tinggi musyawarah, serta menghormati tahapan yang telah ditetapkan panitia pemilihan.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Cicalengka juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait pelayanan pencetakan KTP elektronik yang saat ini mengalami keterbatasan blanko.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat Cicalengka apabila dalam pelayanan pencetakan KTP masih belum maksimal. Saat ini Kecamatan Cicalengka hanya mendapatkan jatah 25 blanko KTP per hari untuk pencetakan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat yang ingin mencetak KTP wajib melakukan pendaftaran terlebih dahulu secara online sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
“Karena kuotanya terbatas, masyarakat harus mendaftar terlebih dahulu melalui sistem online. Ini harus diketahui bersama agar tidak terjadi antrean panjang dan kesalahpahaman di lapangan,” jelasnya.
Menurutnya, pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan Disdukcapil Kabupaten Bandung agar kuota blanko KTP dapat ditambah demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Waluya, Kang Jo, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya karena Desa Waluya menjadi lokasi pelaksanaan Tarling hari kedua Forkopimcam Cicalengka.
“Atas nama Pemerintah Desa Waluya dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Forkopimcam Cicalengka yang telah melaksanakan Tarling di Mesjid Jami Al-Ikhlas Cijalupang,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan Tarling bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
“Melalui Tarling ini, masyarakat bisa langsung mendengar informasi resmi dari pemerintah kecamatan, sekaligus menyampaikan aspirasi. Ini bentuk komunikasi yang sangat efektif dan membangun kebersamaan,” tambahnya.
Kang Jo juga berharap sinergitas antara pemerintah desa, kecamatan, unsur Forkopimcam, serta seluruh elemen masyarakat terus terjalin erat demi menjaga kondusivitas dan pembangunan Desa Waluya ke depan.
Kegiatan Tarling ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan Kecamatan Cicalengka, serta ramah tamah antara unsur pimpinan wilayah dan masyarakat yang hadir.
Atmosfer kebersamaan dan kekompakan tampak jelas, menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan menjadi momentum memperkuat ukhuwah dan sinergi membangun daerah. (Akuy)







Komentar