Beritapedia – Prancis mengutuk tindakan kekerasan terbaru dari Israel terhadap warga sipil di Lebanon sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima, sedangkan Inggris berupaya agar negara Arab tersebut terlibat dalam kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran.
Menteri Luar Negeri Prancis mengecam serangan agresif yang dilakukan Israel yang “tidak bisa diterima” terhadap masyarakat sipil di seluruh Lebanon, serta memperingatkan bahwa tindakan kekejaman ini bisa mengancam perjanjian gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran.
“Serangan ini menjadi semakin tidak bisa ditoleransi karena merusak gencatan senjata sementara yang telah disepakati kemarin antara AS dan Iran,” kata Jean-Noel Barrot dalam wawancara dengan radio France Inter pada hari Kamis.
BACA JUGA: Presiden Pezeshkian: Iran tidak akan pernah meninggalkan Lebanon Terhadap agresi Israel
Pernyataan ini diungkapkan satu hari setelah militer Israel menyerang berbagai lokasi di Lebanon pada hari Rabu, yang menyebabkan sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon.
Sejak 28 Februari, ketika Israel dan AS memulai serangan militer yang luas dan tidak terprovokasi terhadap Iran, serangan terhadap Lebanon oleh rezim penjajah ini semakin meningkat.
Sebelum terjadinya perang, Israel sering melanggar perjanjian gencatan senjata 2024 yang ditandatangani dengan Hezbollah, yang mana Tel Aviv harus menghentikan serangan mematikan terhadap Lebanon.
Iran dan AS mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama 15 hari pada hari Rabu berdasarkan inisiatif 10 poin dari Iran. Salah satu poin yang disetujui, seperti yang diungkapkan oleh mediator dari Pakistan, adalah mengenai gencatan senjata yang melibatkan Lebanon.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa Iran sedang bersiap untuk memberikan respons yang “menyesalkan” terhadap serangan Israel yang berulang di Lebanon, serta memperingatkan bahwa setiap agresi terhadap Hizbullah adalah serangan terhadap Republik Islam.
Sementara itu, Yvette Cooper, Menteri Luar Negeri Inggris, mengungkapkan bahwa London “sangat” berharap agar Lebanon terlibat dalam kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS.
“Kami ingin melihat adanya perluasan gencatan senjata untuk mencakup Lebanon. Saya sangat khawatir dengan meningkatnya serangan yang kita lihat dari Israel di Lebanon kemarin,” ungkap diplomat senior tersebut kepada Sky News.
“Kami telah menyaksikan dampak kemanusiaan yang terjadi, termasuk pengungsian masif di Lebanon. Oleh karena itu, kami sangat berharap gencatan senjata dapat diperluas ke Lebanon,” tambahnya.






