Pesantren Miftahulhuda Albasyariyah dan Alumni Merasa dirugikan dan Minta Tiktok Jejak Kriminal Ditakedown

Berita Pedia, Garut- Pengurus Yayasan, Kepala Sekolah Albasyariayan dan Alumni Ponpes Miftahul Huda Albasyariyah tanggapi atas postingan  pemberitaan di akun Tiktok A.dinataJejakKriminal.Net terkait dengan Kondisi fasilitas realisasi dana Bos MTS. Albasyariyah dengan Judul “Gedung MTs. Albasyariyah d Cisurupan Disorot Diduga Tak Terawat Meski Terim Dana Bos “Senin 4/5/2026.

Tanggapan itu disampaikan dalam konferensi pers yang di hadiri Oleh KH . Amin Budiman mewakili Yayasan , Kepala Sekolah MTs.Albasyariyah Dian dan Ketua Alumni Ponpes Miftahul Huda Albasyariyah Ustadz Aman Sholahudin Selasa 5/5/2026 di Ponpes Miftahul Huda Albasyariyah Cisurupan Garut.

Menurut KH. Amin selalu perwakilan Yayasan  kami mengucapkan Syukur dan terimakasih kepada awak media  Jejak Kriminal yang telah memberitakan Kondisi sarana dan prasarana yang kami miliki yang serba terbatas dan kekurangan sehingga Pemerintah, Intansi terkait bisa mengetahui dan bis memberikan perhatian kondisi real sarana kami yang tidak pernah mendapatkan bantuan ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa MTs. Albasyariayan masih menumpang atau meminjam pada bangunan milik pondok pesantren dimana pembangunannya murni hasil swadaya Yayasan , Alumni pondok pesantren dan Masyarakat sekitar jadi MTs itu belum punya bangunan sendiri  ungkap KH. Amin yang diamini oleh Ketua Alumni Ponpes Miftahul Huda Albasyariyah Ustadz Aman Sholihudin

Sementara menurut Dian kepala Sekolah MTs Albasyariyah terkait Realisasi Anggaran dana Bos itu sudah direalisasikan sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku ungkapnya.

Pesantren dan Alumni Pondok merasa Keberatan dan dirugikan terhadap Konten Pemberitaan Yang menyudutkan dan tidak berimbang.

Dian mengungkapkan  Kedatangan  Wartawan Jejak Kriminal datang dengan menggunakan Mobil Fortuner sebanyak empat orang begitu turun dari mobil mereka langsung foto foto dan memvidio lokasi dan fasilitas dan bangunan di komplek pesantren tanpa meminta izin terlebih dahulu setelah melakukan foto foto dan video mereka mendatangi saya dan saya syok ” rewas” karena tiba tiba dan bertanya seperti mengintrogasi padahal kami merasa tidak ada kesalahan sehingga apa yang di sampaikan banyak yang berbeda (tidak sesuai) saking reuwasna ungkap Dian.

Setelah itu mereka pulang  naik mobil sambil” ngagerung gerung Mobil ” dan pulang seolah olah dia bukan wartawan ini Ko kaya Preman seolah olah tidak beretika  Ungkapnya.

Sementara Pesantren dan Para Alumni Pondok pesantren merasa dirugikan terhadap berita tersebut terutama terkait kondisi yang tidak layak untuk diberitakan dan tidak mengkomfirmasi ke pihak pesantren karena fasilitas yang diupload dalam pemberitaan merupakan Aset pesantren bukan milik MTs Albasyariyah Sehingga berita ini tidak berimbang dan merugikan pesantren ujar Pihak yayasan dan Ketua Alumni Pondok Pesantren.Oleh karena itu kami meminta kepada media untuk mentakedown pemberitaan tersebut . Apabila pihak media tidak mentakedown pemberitaan tersebut maka kami akan melakukan somasi dan mengambil langkah langkah hukum sesuai Hukum yang berlaku. Ungkap Ketua Alumni Ponpes Miftahul Huda Albasyariyah.

(Diens-Nuroni)

 

 

Komentar