GIPS Minta Pansel BAZNAS Garut Prioritaskan Rekam Jejak dalam Seleksi Calon Pimpinan
Beritapedia, Garut – Garut Indeks Perubahan Strategis (GIPS) meminta Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut periode 2026–2031 menjadikan rekam jejak, integritas, dan kinerja sebagai pertimbangan utama dalam proses seleksi, terutama terhadap calon yang merupakan petahana.
Ketua GIPS, Ade Sudrajat, mengatakan proses seleksi harus dilaksanakan secara objektif dan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola pemerintahan yang baik.
“Jabatan pimpinan BAZNAS adalah amanah publik. Karena itu, setiap calon harus mampu menunjukkan rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi integritas, keterbukaan informasi, maupun efektivitas pengelolaan zakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).
Menurut Ade, terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian Panitia Seleksi. Salah satunya adalah implementasi keterbukaan informasi publik dalam pengelolaan dana zakat.
Ia menilai opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan indikator kepatuhan terhadap standar akuntansi, namun tidak otomatis menggambarkan tingkat keterbukaan informasi kepada masyarakat.
“Kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui laporan keuangan, tetapi juga melalui transparansi dalam penyampaian informasi mengenai penghimpunan, penggunaan, dan penyaluran dana zakat,” katanya.
Selain aspek transparansi, GIPS juga menyoroti pemerataan distribusi zakat hingga wilayah pelosok Kabupaten Garut. Menurutnya, penguatan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan perlu menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
GIPS juga mendorong penguatan sistem pendataan mustahik melalui integrasi dengan basis data kesejahteraan pemerintah daerah agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan menghindari potensi penerima ganda.
Lebih lanjut, GIPS mengusulkan agar seluruh calon pimpinan BAZNAS menandatangani pakta integritas yang memuat komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan kualitas tata kelola lembaga.
Ade berharap Panitia Seleksi menjalankan seluruh tahapan secara profesional, independen, dan terbuka sehingga menghasilkan pimpinan yang memiliki kapasitas, integritas, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di Kabupaten Garut.
“GIPS akan terus mengawal proses seleksi sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendorong tata kelola lembaga publik yang bersih, transparan, dan akuntabel. Apabila terdapat dugaan penyimpangan prosedur atau maladministrasi, kami akan mempertimbangkan langkah sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” pungkasnya. ( Kang Ron’s ).
SMAN 4 Garut Dominasi Meriahkan HUT RI Ke 81 di Kec. Cikajang
Wapres Gibran Tinjau Pengembangan Motor Listrik dan Industri Vokasi di Tangerang
Bupati Bandung Tinjau Panen Cabai di Desa Lengkong, Apresiasi Petani Lokal







