Beritapedia.co.id,Bandung- Pagelaran Wayang Golek yang ditampiljan duo dalang asal Cicalengka, mampu ditampilkan secara epic oleh kedua Dalang, dalam Festival Budaya Semarakan HUT 383 Kabupaten Bandung di Kantor Kecamatan Cicalengka, Sabtu (20/4/2024).
Penampilan wayang golek mampu menyedot animo masyarakat Kecamatan Cicalengka dari 12 penjuru desa yang ada, nampak berjubel untuk menontot pintonan wayang golek Sabtu Malam.
Dua Kidalang diantaranya Kidalang Kidalang Ginanjar Wawan Dede Amung,S,M.PD, dan Kidalang Rizky Sulaeman, mampu menjawab tantangan. Salah satunya adalah mempu menampilkan penampilan wayang Golek secara epik.
Kidalang Ginanjar mengutarakan, tantangan kita hari ini adalah bukan wayangnya yang monoton tapi kualitas pengemasannya gitu yang tidak beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“nah yang namanya seorang dalang kan disebutnya juga seorang sutradara skenario Bagaimana mengemas sebuah cerita menjadi menarik yang mana bisa diterima oleh masyarakat,” ungkap Kidalang Ginanjar.
Terlebih yang paling menonjol tentu karena wayang itu kan disebutnya seni adiluhung, jadi seni yang tingkatannya tinggi.
“Kenapa tinggi karena berbagai macam dimensi ini ada di sana musiknya ada, dramanya ada terus teaternya ada,” ungkapnya.
Dalam ceritanyapun lengkap, miniatur dunia ada pada pagelaran wayang, ceritanya bisa tentang politik, agama, pemerintahan, dll” imbuh Ginanjar.
Menurutnya, tantangan utama dalam semi wayang adalah penonton. “ya sebetulnya yang menjadi khawatir Itu adalah kehilangan penonton karena padalangan diri sendiri bisa dilatih tapi kalau anak-anak itu kan naluri Apakah dia suka dengan kesenian tradisi,” ungkap Ginanjar.
Ia memisalkan, kalangan penonton hari ini lebih tertarik dengan kesenian luar. “Tugas kita adalah Bagaimana cara meregenerasi para penonton Iya bisa jadi sekarang penontonnya banyak misalnya ke depan apakah masih tetap bertahan dengan penonton jadi yang menjadi PR kita itu yaitu adanya kerjasama antara pemerintah dengan budayawan dengan tokoh-tokoh seniman,” ungkapnya.
Bagaimana caranya supaya wayang ke tempat eksis di masyarakat, Kidalang Muda Rizky Sulaeman mengutarakan, generasi-generasi sekarang memang lebih sulit untuk menikmati kesenian tradisional.
“karena ya kitanya sendiri pelaku seninya sendiri itu yang memang monoton kadang cara-cara lama masih dipakai, di wayang selalu ada mitos jangan nonton wayang harus sampai beres ngaruat.
“jadi mitos tersendiri bagi masyarakat yang menimbulkan si penonton itu tidak ingin menonton wayang karena ketakutan, akan hal yang seperti itu yang di Ya “gaib-gaib begitulah ya mistis,” ucap Rizky.
Menurutnya, wayang ini harus menjadi wayang yang memang benar-benar bisa dinikmati oleh semua kalangan dimulai dari yang dakwah bisa dinikmati oleh para santri-santri, ataupun orang-orang yang alim.
“saya lebih ke wayang yang kontemporer yang seperti biasa nah jadi kita memiliki dua komposisi yang berbeda gitu jadi untuk memilih Ya silakan penikmat religi bisa ke Wahidah penikmat yang kontemporer bisa Nah bisa dinikmati bersama,” pungkas Rizky.
Warga Cicalengka berjubel dan khusus mendengarkan, menonton wayang Golek hingga selesai. (Andi Rohendi)









Komentar