Jelang Momentum Pemilihan OSIS, SMA Bina Muda Cicalengka Bandung Kenalkan Politik dan Demokrasi

Daerah, HEADLINE6 Dilihat

KAB.BANDUNG, BERITAPEDIA.CO.ID – Guna merealisasikan program P5 dalam kurikulum merdeka, Siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Bina Muda diberi praktik pengenalan politik dan berdemokrasi.

 

Tujuannya, mengenalkan politik dan berdemokrasi yang baik. Terlebih, Sekolah yang beralamatkan di wilayah Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung ini akan menghadapi momentum pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

 

“Kategorinya ada Bhineka Tunggal Ika dan Suara Demokrasi. Jadi kita praktik mengenalkan politik dan berdemokrasi,” kata Humas SMA Bina Muda, Agung Riski Pratama kepada Jabar Ekspres, Kamis (7/11).

 

Agung menerangkan, pelaksanaan program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5, dilakukan oleh para siswa dengan pada pemilihan Ketua OSIS seakan menggelar Pilkada.

 

“Judulnya pemerintahan kita ambil sistem demokrasi saat pemilihan Ketua OSIS. Waktu pelaksanaan terdiri dari dua pasangan calon (Paslon),” terangnya.

 

Agung menjelaskan, dalam praktik demokrasi tersebut, para siswa tetap didampingi dan dibimbing, agar pelaksanaan dapat terkendali, tertib serta mencegah terjadinya konflik yang berpotensi kontak fisik.

 

“Sengaja dibuat sedemikian seperti Pilkada, jadi selain ada Paslon, ada juga tim dibentuk jadi KPU, setiap organisasi siswa di sini seperti ekskuk itu ibaratkan partai, sisiwa di setiap kelas ibarat warga sipil, ada tim suksesnya juga,” jelasnya.

 

Agung mengungkapkan, melalui pengenalan politik dan berdemokrasi, para siswa diharapkan dapat terbentuk secara pola pikir bahwa perbedaan pendapat dan pilihan, merupakan hal yang wajar serta akan selalu dijumpai ketika bermasyarakat.

 

“Satu minggu masa kampanye, hari tenang 2 hari, kemudian lanjut pencoblosan dan pengumuman di hari yang sama. Ketua OSIS SMA Bina Muda terpilih periode 2024-2025, bernama Fahri,” ungkapnya.

 

Agung menuturkan, adapun guru yang mendampingi bertugas memberikan masukan serta arahan, khususnya untuk membentuk siswa agar siap berargumentasi secara logis juga akademisi.

 

“Pemaparan gagasan harus masuk akal, kemudian program-program apa saja dan bagaimana merealisasikannya juga para Paslon harus jelas,” tuturnya.

 

Diketahui, P5 merupakan salah satu komponen inti dalam kurikulum merdeka. Penerapan P5 menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning).

 

Projek sengaja dirancang untuk membantu para peserta didik melakukan pendalaman, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan.

 

“Menurut saya, dalam pengaplikasian P5 pada kurikulum merdeka, para peserta didik dilatih agar dapat memproses projek untuk diselesaikan, jadi bisa menghadapi suatu permasalahan atau tugas dengan efisien, karena langsung praktik,” bebernya.

 

*Berikut Beberapa Contoh Penerapan P5*

 

• Gaya hidup berkelanjutan

• Kearifan lokal

• Bhinneka Tunggal Ika

• Bangunlah jiwa dan raganya

• Suara demokrasi

• Rekayasa dan teknologi

• Kewirausahaan

 

Adapun pengaplikasian kurikulum merdeka, yakni merujuk pada implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) nomor 12 tahun 2024, tentang Penetapan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum pada Paud, jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan menengah.

 

Menurut Agung, pelaksanaan program P5 dalam implementasi kurikulum merdeka, dinilai cukup bisa membuat sistem kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak cenderung membosankan.

 

Hal itu disebabkan, karena dengan adanya sejumlah praktik membuat para siswa antusias dan cukup menjadi dorongan semangat untuk mengembangkan kemampuan diri.

 

“Kemarin dengan skema Pilkada, setidaknya siswa jadi lebih paham bagaimana berdemokrasi. Walaupun berbeda pendapat dan pilihan, ketika pimpinan atau Ketua OSIS ada yang terpilih, mereka harus kembali bersatu jangan terus terpecah,” bebernya.

 

“Mereka harus gotongroyong bersama-sama merealisasikan program dan bisa membawa nama baik OSIS juga nama baik sekolah,” pungkas Agung. (Baswata)

Komentar