Kripik Tempe Sagu Khas Soreang: Camilan Padat Energi yang Menggoda Selera
SOREANG, BANDUNG – Siapa yang bisa menolak sensasi kriuk dari irisan tipis tempe? Di tangan para perajin lokal seperti UMKM Abu Gaul Soreang, camilan tradisional ini naik kelas melalui inovasi kripik tempe berbahan sagu. Tak hanya menawarkan tekstur yang lebih renyah dibandingkan kripik biasa, kudapan ini ternyata menyimpan kandungan nutrisi yang signifikan di balik kelezatannya.
Sinergi Karbohidrat dan Protein
Berdasarkan data profil gizi, kripik tempe sagu merupakan sumber energi yang cukup tinggi. Dalam setiap 100 gram, camilan ini mampu menyediakan energi sekitar 450–500 kilokalori. Kekuatan energinya bersumber dari perpaduan tepung sagu sebagai penyumbang karbohidrat (50–60 gram) dan tempe kedelai yang memasok protein nabati di kisaran 10–14 gram.
“Kombinasi ini membuat kripik tempe sagu menjadi camilan yang mengenyangkan, cocok untuk aktivitas padat,” tulis laporan gizi produk tersebut.
Selain makronutrisi, proses fermentasi kedelai pada tempe juga menyumbang mineral penting seperti kalsium, zat besi, magnesium, serta vitamin B kompleks.
Cermat dalam Mengonsumsi
Meski kaya nutrisi, para penikmat kuliner diingatkan untuk tetap bijak dalam porsi konsumsi. Kandungan lemak yang mencapai 20–25 gram serta kadar natrium (garam) sekitar 300–600 mg per 100 gram menjadikan teknik penggorengan sebagai faktor kunci kualitas gizi.
Untuk menjaga kesehatan, konsumen disarankan memerhatikan asupan harian agar tetap seimbang. Di sisi lain, bagi pelaku UMKM, penggunaan minyak berkualitas dan teknik penirisan yang baik menjadi nilai tambah untuk meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.
Bagi Anda yang ingin mencicipi gurihnya camilan ini, produk kripik tempe sagu ala Soreang kini semakin mudah ditemukan, baik melalui gerai oleh-oleh maupun platform digital seperti Shopee Indonesia atau Tokopedia dengan mencari kata kunci produk lokal Soreang. (Andi)
Info Pemesanan : 08138936639







Komentar