Puncak Arus Balik Kedua Mengintai, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Siapkan Skema Situasional

Daerah46 Dilihat

BERITAPEDIA – Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung melaporkan pergerakan kendaraan yang melintas dari arah timur menuju barat masih sangat stabil.

Volume kendaraan pada Arus Balik Lebaran tahun 2026 ini menunjukkan konsistensi angka yang tinggi hingga memasuki periode H+5.

Analisis Volume Kendaraan dan Pergerakan Pemudik Pada Arus Balik

Data menunjukkan bahwa distribusi kendaraan saat ini jauh lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena pola perjalanan masyarakat berubah.

BACA JUGA: Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Jalur Selatan Lampaui 212 Ribu Kendaraan

Kepadatan lalu lintas jalur Nagreg tetap terjaga meskipun ratusan ribu unit kendaraan terus mengalir menuju arah Bandung dan Jakarta.

“Kalau kita lihat untuk kondisi saat ini di H+5, pergerakan arus balik dari timur ke barat masih terlihat stabil,” ujar Humas Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo.

Eric menjelaskan bahwa pada H+4 terdapat 100 ribu kendaraan melintas, sementara H+5 mencapai 50 ribu unit hingga siang.

Ia menegaskan bahwa angka tersebut berpotensi terus merangkak naik hingga melampaui capaian volume kendaraan pada hari-hari sebelumnya.

“Artinya, pergerakan arus balik memang masih terjadi dan masih cukup merata,” tegas Eric kembali.

Fenomena Mixed Traffic di Jalur Wisata

Petugas di lapangan kini mewaspadai adanya fenomena mixed traffic yang menggabungkan arus balik pemudik dengan arus kendaraan wisatawan.

BACA JUGA: Dadang Supriatna Instruksikan Percepat Program Rutilahu di Kabupaten Bandung

Lonjakan volume kendaraan prediksinya akan terjadi secara signifikan pada akhir pekan ini di titik-titik rawan kemacetan jalur selatan.

“Kami memprediksi bahwa pergerakan arus akan kembali meningkat pada hari Sabtu dan Minggu karena terjadi mixed traffic,” jelas Eric.

Percampuran arus ini melibatkan pemudik yang kembali bekerja dan wisatawan dari arah Cipanas, Garut, hingga kawasan pantai Pangandaran.

BACA JUGA: Bupati Garut Berpesan Jaga Keselamatan, Keamanan, dan Kenyamanan di Masa Libur Lebaran 1447 Hijriah

Berdasarkan data kumulatif kendaraan, tercatat masih ada ratusan ribu unit yang belum kembali ke arah Bandung hingga saat ini.

“Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai terbagi menjadi dua segmen, yaitu terikat waktu kerja dan yang fleksibel,” katanya.

Strategi Rekayasa dan Keselamatan Jalan arus Balik

Pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui skema rekayasa lalu lintas situasional pada titik Cikaledong serta jalur Ciburial.

Petugas akan melakukan pembukaan jalur alternatif apabila terjadi kepadatan yang melebihi kapasitas jalan utama demi kelancaran arus kendaraan.

BACA JUGA: Gubernur Jawa Barat Digugat ke PTUN Bandung Terkait Polemik Upah Minimum Sektoral 2026

“Untuk H+6 dan H+7 akan terjadi puncak arus balik kedua, namun volumenya tidak akan terlalu padat,” papar Eric.

Selain fokus pada kemacetan, Dinas Perhubungan juga memperketat pengawasan terhadap aspek keselamatan jalan bagi seluruh pengguna moda transportasi darat.

Imbauan terhadap Pengendara untuk memastikan kondisi fisik prima dan memeriksa kelaikan kendaraan sebelum melintasi jalur menanjak seperti Ciwidey maupun Pangalengan.

“Pastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, karena jalur menuju Ciwidey dan Pangalengan memiliki jalan sempit serta banyak tanjakan,” ujarnya.

BACA JUGA: Serangan Virus Panleukopenia Tewaskan Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo

Eric juga mengapresiasi peningkatan kesadaran masyarakat yang kini mulai meninggalkan penggunaan angkutan barang untuk mengangkut penumpang selama mudik.

Langkah ini secara efektif menekan risiko kecelakaan fatal yang sering terjadi akibat kelalaian standar keamanan moda transportasi publik.

“Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap keselamatan lalu lintas semakin meningkat,” pungkas Eric menutup pembicaraan. (edt).

Komentar