Kolaborasi UMB dan UMT Dorong Green Alley Berbasis Ekonomi Sirkular di Jakarta Barat

Pendidikan2 Dilihat

JAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mercu Buana (UMB) bersama Universiti Malaysia Terengganu (UMT) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (7/5).

 

Kegiatan bertema Sustainable Urban Living Through Green Alley: A Management and Marketing Perspective itu menjadi upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan hijau dan penguatan ekonomi sirkular di kawasan perkotaan.

 

Program tersebut melibatkan unsur akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Hadir dalam kegiatan itu Camat Kembangan, Lurah Meruya Selatan, pimpinan FEB Universitas Mercu Buana, serta delegasi akademisi dari Universiti Malaysia Terengganu, termasuk Assoc. Prof. Dr. Zikri bin Muhammad.

 

Fokus kegiatan diarahkan kepada warga Gang Rajawali, Meruya Selatan. Mayoritas peserta merupakan ibu-ibu warga setempat yang tampak antusias mengikuti rangkaian edukasi dan praktik pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

 

Dalam kegiatan tersebut, warga menerima bantuan bibit tanaman cabai dan terong, sekaligus alat komposter untuk mendukung pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk.

 

Salah satu materi utama disampaikan Dr. Devy Mawarnie Puspitasari dari FEB Universitas Mercu Buana dengan tema Strengthening Sustainable Financial Literacy and Circular Financing Schemes in Urban Alley Revitalization Programs.

 

Materi itu menekankan pentingnya literasi keuangan berkelanjutan yang dikombinasikan dengan pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular.

 

“Pengelolaan lingkungan tidak hanya berbicara soal kebersihan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan dan bernilai ekonomi,” ujarnya.

 

Selain itu, sejumlah akademisi lain turut memaparkan materi mengenai green branding, green marketing, budaya hidup hijau, hingga praktik pertanian urban berkelanjutan.

 

Program ini diharapkan menjadi langkah awal menjadikan Gang Rajawali sebagai kawasan percontohan green alley atau gang hijau berbasis ekonomi sirkular di Jakarta Barat.

 

Dekan FEB Universitas Mercu Buana menyatakan kegiatan PKM internasional tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga.

 

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci membangun budaya hidup hijau yang berkelanjutan di kawasan perkotaan.

 

Komentar