Bagaimana Indonesia? Sejumlah Kapal Kembali Lewati Selat Hormuz

  • Whatsapp
Tangker 1
Foto: Kapal tanker berlayar di Teluk, dekat Selat Hormuz, seperti yang terlihat dari bagian utara Ras al-Khaimah, dekat perbatasan dengan pemerintahan Musandam di Oman, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Uni Emirat Arab, 11 Maret 2026. (REUTERS/Stringer)

BERITAPEDIA – Sejumlah kapal mulai melintasi Selat Hormuz kembali, menunjukkan upaya mendesak dari perusahaan pelayaran dan pemimpin global untuk memastikan pengiriman barang yang penting terus berlanjut di ketegangan tengah yang telah menyebabkan penutupan jalur itu sejak perang di Iran dimulai pada akhir Februari. Kontainer dari perusahaan pelayaran Prancis, CMA CGM, dilaporkan telah meninggalkan Teluk.

Menurut laporan dari Financial Times yang mengutip analis dari firma pelacakan kapal MarineTraffic, ini dipercaya sebagai yang pertama dari perusahaan pelayaran Barat yang berhasil melewati selat hormuz tersebut setelah situasi menjadi tegang.

Kapal yang bernama CMA CGM Kribi, yang terdaftar di bawah bendera Malta, dipastikan mengaktifkan transpondernya dekat pantai Dubai pada 28 Maret sebelum melintasi selatĀ  hormuz dengan membawa kargo.

BACA JUGA: Isu Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Mencuat, Pertamina Bilang Belum ada Keputusan!

Setelah itu, kapal melaporkan mengelilingi Pulau Larak dekat pantai Iran, jalur yang semakin sering digunakan untuk transit. Di sisi lain , terdapat tiga kapal tanker yang berhubungan dengan Oman juga dilaporkan telah melewati rute tersebut tanpa memilih jalur utara dekat pulau Iran atau Selat Hormuz.

Salah satunya adalah tanker gas alam cair yang dimiliki bersama oleh perusahaan Jepang, Mitsui OSK Lines. Laporan dari Reuters yang dikutip pada Sabtu (4/4/2026), menyebutkan bahwa kapal tanker Sohar LNG yang terdaftar di Panama telah menyelesaikan perjalanannya.

Mitsui OSK enggan memberikan informasi mengenai waktu kapal yang melewati selat dan apakah ada negosiasi tertentu yang memungkinkan perjalanan tersebut.

Minggu ini, Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menekankan perlunya tindakan yang terkoordinasi untuk mendorong Iran membuka kembali selat setelah melakukan pertemuan virtual dengan lebih dari 40 negara.

Ia juga menyatakan bahwa Inggris akan “sepenuhnya menolak” setiap upaya untuk memungut biaya jutaan dolar dari kapal untuk melintasi, yang disebut sebagai “gerbang tol Teheran.”

Selain itu, salah satu skenario yang dipertimbangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah membuka koridor pelayaran untuk misi kemanusiaan agar pasokan pupuk tetap lancar demi menghindari krisis pangan di negara-negara miskin.

Dalam situasi normal, Selat Hormuz dilalui oleh sekitar satu per lima dari total pasokan minyak dan gas dunia. Penutupan jalur tersebut telah menyebabkan lonjakan harga energi di seluruh dunia dan menimbulkan kekhawatiran mengenai ketahanan pangan, karena sekitar sepertiga dari perdagangan global bahan baku pupuk biasanya melewati jalur ini.

Para pemimpin dunia direncanakan untuk bertemu pekan depan guna membahas kemungkinan pembersihan ranjau laut serta penyelamatan kapal yang terjebak di Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Jumat mengklaim bahwa AS dapat “dengan mudah” membuka kembali selat tersebut, tetapi akan membutuhkan sedikit waktu tambahan.

“Dengan sedikit lebih banyak waktu, kami dapat dengan mudah MEMBUKA SELAT HORMUZ, MENGAMBIL MINYAKNYA, DAN MENDAPATKAN KEUNTUNGAN BESAR. Ini akan menjadi ‘semburan besar’ bagi dunia? ? ? ” tulisnya di platform Truth Social.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan