Inilah Aspirasi di Rembug Bedas ke-123, 124, 125 di Tiga Desa Di Cikancung Kabupaten Bandung 

  • Whatsapp
IMG 20240605 104134
Bupati Bandung Dadang Supriatna, dalam Rembug Bedas ke 123, 124 dan 125 di Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung.
Rembug Bedas ke-123, 124, 125 di Tiga Desa Di Cikancung Kabupaten Bandung, bupati disambut meriah warga ketiga desa. Dalam momen tersebut bupati menyampaikan bahwa kebijakan bupati dan kepala desa bisa berdampak kepada ekonomi masyarakat.

 

Beritapedia.co.id, Bandung – Pemkab Bandung kembali melaksanakan Kegiatan Rembug Bedas ke 123, 124, 125 di Desa Cikasungka, Desa Mandala sari, dan Desa Hegarmanah Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung, Selasa (4/6/2024).

Bupati Bandung H. Dadang Supriatna lengkap bersama Kepala OPD nya, menghadiri Rembug Bedas di tiga desa sesuai jadwal di Desa Cikasungka di pagi hari menjelang siang, dilanjutkan ke Desa Mandalasari pukul 13.00 wib dan terakhir di Desa Hegarmanah sampai Rembug Bedas selesai.

Kepala Desa Cikasungka Yusup Sudiono menyambut meriah bupati Bandung, dengan persiapan yang maksimal melibatkan tokoh masyarakat, pelajar SD, perangkat desa, dan beberapa pihak lainnya.

BACA JUGA: Rembug Bedas Ke 122 di Bojong Emas: Komitmen Bupati Bandung Tingkatkan Kesejahteraan Guru Ngaji

Begitupun dengan dua Kepala Desa lainnya Ahmad Fasha Kades Mandalasari dan Dedi Kepala Desa Hegarmanah, menyambut kedatangan orang nomor satu di kabupaten Bandung ini secara maksimal.

Dalam Rembug Bedas di tiga desa tersebut, muncul beberapa aspirasi warga desa yang bervariasi, diantaranya; PJU, Jalan Rusak, Insentif guru ngaji, sarpras Perumahan dan aspirasi warga lainnya yang berkembang.

Namun, HM. Dadang Supriatna, mampu menjawabnya langsung keluahan dan aspirasi warga desa. Tentu saja dengan mengacu kepada 13 prioritas program andalan Bedas.

Di Desa Cikasungka, bupati menjanjikan penyelesaian masalah warga desa Cikasungka diantaranya memerintahkan Dishub untuk menyalakan PJU di sepanjang jalan Cikancung-majalaya, memberikan bantuan berupa program kepada desa, dll.

Di Desa Mandalasari yang merupakan desa Kedua yang di kunjunginya, Bupati Bandung menegaskan bahwa peredaran uang di desa sudah mencapai 5 triliun per tahun. Telah digulirkan melalui APBD dan APBN.

Untuk itu Kang DS menegaskan bahwa, “Kebijakan Bupati akan berdampak kepada Ekonomi masyarakat, begitupun kebijakan Kepala Desa akan berdampak kepada ekonomi masyarakat” ucap Dadang Supriatna di Desa Mandalasari (4/6/2024).

Maka, lanjut Kang DS, kegiatan Rembug Bedas adalah kegiatan rutin yang di gagas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dengan tujuan untuk edukasi, dan menyampaikan program selama kepemimpinannya.

Tetapi secara mayoritas dari 124 desa (Rembug Bedas) dan 26 (bunga desa) yang sudah berjalan dan sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Penulis: Andi Rohendi

 

 

 

 

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan