Israel Serang Kantor Al Araby TV di Teheran, Lukai 10 Orang

  • Whatsapp
Serangan Udara Israel
Dampak Serangan Udara Israel.

BERITAPEDIA – Serangan udara Israel menyasar kantor pusat Al Araby TV di Teheran saat hari Minggu, merusak bangunan stasiun berita itu dan membuat beberapa individu cedera, menurut juru bicara stasiun televisi.

Serangan Udara Israel tersebut melukai paling tidak 10 orang, menurut Palang Merah Iran (IRCS). “Satu rudal Israel mengenai gedung Al Araby TV di kota utama, Teheran… menyebabkan kerusakan parah dan membuat siaran langsung harus berhenti,” kata saluran itu di media sosial X.

Video dari dalam gedung memperlihatkan serpihan kaca, puing-puing, serta perlengkapan yang rusak, sementara foto dari luar menunjukkan jalanan yang tertutup reruntuhan dan bangunan di sekelilingnya yang terkena dampaknya Serangan Udara Israel.

BACA JUGA: Miiter Iran Tembak pesawat pengintai AWACS AS di Arab Saudi

Ini bukan pertama kalinya serangan Udara Israel-AS menyerang pekerja jurnalistik dan lokasi utama kantor berita di Iran.

Lebih lanjut, pengeboman terstruktur yang dijalankan oleh agresi terhadap Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) telah menyebabkan kerusakan penuh atau sebagian dari kantor pusat penyiaran, serta beberapa tempat pemancar siaran terestrial.

Dalam surat yang ditujukan kepada Uni Telekomunikasi Internasional (ITU), duta besar Iran dan wakil tetap untuk Markas Besar PBB di Jenewa, Ali Bahreini, meminta seluruh komunitas internasional untuk mengecam tindakan agresi ilegal AS-Israel yang telah mengincar fasilitas telekomunikasi negara itu, di samping lokasi sipil lainnya.

Dia menyatakan serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya pada jaringan telekomunikasi negara Iran “merupakan kumpulan pelanggaran serius dan belum ada sebelumnya terhadap Piagam ITU, Konvensi, dan Regulasi Radio.”

Dia menyatakan serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya pada jaringan telekomunikasi negara Iran “merupakan kumpulan pelanggaran serius dan belum ada sebelumnya terhadap Piagam ITU, Konvensi, dan Regulasi Radio.”

Dia selanjutnya menuntut agar hak istimewa rezim penyerang mengenai pembagian frekuensi ditahan sampai mereka taat pada Piagam ITU dan hukum dunia.

Dia juga mendesak adanya jaminan yang mengikat untuk menjaga sarana telekomunikasi warga sipil dari target militer.

Amerika Serikat dan Israel memulai tindakan agresi kejahatan mereka terhadap Iran pada dua puluh delapan Februari dengan menghilangkan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, beserta para perwira tinggi militer, yang merupakan penyimpangan jelas terhadap kedaulatan negara itu.

Musuh Iran dengan sengaja menjadikan sasaran jaringan sipil serta fasilitas energi Iran, menyebabkan ratusan warga Iran meninggal.

Iran segera memulai pembalasan serangan militer teroris itu dengan melepaskan serangan rudal serta pesawat nirawak ke wilayah yang diduduki Israel dan ke pangkalan serta aset AS di negara-negara kawasan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan