Orang Tua Murid Kecewa Terhadap DISDIK Garut, Penambahan Kuota Siswa Tebang Pilih Di SMPN 1 Leles

  • Whatsapp
IMG 20260713 205047

Beritapedia, Garut – Dinas Pendidikan Kabupaten Garut tebang pilih untuk penambahan kuota siswa, dimana puluhan para orang tua murid yang sudah mendaftarkan anakanya ke sekolah SMPN 1 Leles merasa kecewa hingga mendatangi pihak sekolah di hari MPLS tahun ajaran 2026/2027.

 

Kekecewan para orang tua murid muncul saat sebuah harapan yang sudah lama, saat penantian kuota tambahan yang tak berujung, dimana kuota tamabahan untuk Sekolah Menenegah Pertama Negri ( SMPN 1 ) Leles, di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut secara resmi dalam forum diskusi disamapaikan tidak bisa di realisasikan pada, Senin 13 Juli 2026.

 

Pihak sekolah SMPN 1 Leles yang di dampingi Kabid SMP, Kasi Kurikulum dan BBPMP Jawa Barat dalam forum diskusi menjelaskan, bahwa mekanisme penerimaan sudah sesuai Juklak dan Juknis. Dimana 11 rombel dengan jumlah murid 40 siswa itu sudah ketentuan dari kementrian,” ujarnya saat diskusi.

 

“Debat panas dalam diskusi pun sempat terjadi, dimana salah seorang dari perwakilan orang tua murid menayakan bahwa penerimaan SPMB di SMPN 1 Leles dinilai gagal dan tidak transfarasnsi,” tegasnya.

Kata perwakilan orang tua ( Hendra ) dimana rumahnya tidak jauh dari sekolahan tersebut mengikuti spmb anaknya tidak lolos, dan kenapa dalam sistem zonasi atau domisili anak nya tersebut bisa tidak lolos. Padahal kalau mengacu mengikuti sistem domisili tersebut kemungkinan seharusnya bisa lolos,” ucapnya dalam forum tersebut pada, Senin 13 Juli 2026 di ruangan sekolah.

“Ya kenapa dengan sistem ini bisa begini padahal anak pertama saya dulu bisa masuk melalui zonasi atau domisili pada beberapa tahun ke belakang, namun pada anak yang ke 2 ini tidak lolos,” ucapnya.

Orang tua yang lain setelah mengetahui anaknya pada tanggal 03 Juli adanya pengumuman tidak lolos, secehcar harapan bisa mengusulkan adanya penambahan kuota per kelasnya, soalnya dari tahun-tahun sebelumnya jumlah murid di SMPN 1 Leles itu 44 siswa dan, ada juga yang 45 per kelas,” ungkapnya.

“Makanya sebuah harapan itu muncul, ketika beberapa orang tua murid yang mendaftarkan anaknya tidak lolos dalam mengikuti SPMB tersebut berharap dengan adanya penambahan kuota untuk jumlah siswa per kelasnya bisa bertambah.

Momen acara forum diskusi antara orang tua murid dengan pihak sekolah  untuk menguslkan supaya ada tambahan kuota per kelas di SMPN 1 Leles, harapan tersebut kandas, dimana dengan tegas dari pihak sekolah dan Disdik Kabupaten Garut untuk tambahan kuota tidak bisa di realisasikan, namun yang menjadi pertanyaan kenapa untuk SMPN 1 dan 2 Garut bisa di realisasikan penambahan kuota siswa, kan aneh,” jelasnya

“Kalau begitu dunia pendidikan di kabupaten garut ini ada diskriminasi,  dimana kalau tidak bisa ya tidak bisa semua jangan banyak alasan, kalaupun di kota dengan alasan Anak Putus Sekolah ( ATS ) hingga bisa di realisasikan bertambahnya kuota, kami pun juga sama, mengucapkan yang sama dengan alasannya seperti itu,” pungkasnya.

 

Bapak/ Ibu yang terhormat anak-anak kami di sisni juga sama tidak mau sekolah kalau tidak masuk ke sekolah di SMPN 1 Leles jadi bicaranya yang logis agar bisa di pahami oleh kami,”ucapnya salah seorang perwakilan orang tua murid. ( Ron’s ).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan