BERITAPEDIA – Tentara TNI Praka Faizal Romadon yang tewas saat bertugas di Lebanon gugur Oleh Israel dikenal sebagai orang yang sopan dan giat di kampung halamannya di Kulon Progo.
KEADAAN sedih menyelimuti Dusun Ledok, Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta menyusul kabarnya gugur Oleh Israel saat Praka Farizal Romadhon menjalankan misi damai di Lebanon.
Tentara TNI yang diketahui sebagai sosok yang santun dan aktif di lingkungannya itu dilaporkan menjadi korban gempuran artileri dari Israel Defense Forces (IDF) sehingga gugur Oleh Israel ketika sedang bersiap untuk melaksanakan ibadah pada Minggu, 29 Maret 2026.
BACA JUGA: As-Israel Bom Universitas-Universitas di Iran, Dunia Mengecam!
Pengamatan media, rumah duka prajurit TNI yang gugur Oleh Israel, panggilan Praka Farizal sudah dipasang tenda dan barisan kursi untuk menyambut jenazah serta para pelayat pada Selasa, 30 Maret 2026. Beberapa pelayat mulai berdatangan.
Akan tetapi dari pihak keluarga masih belum mau memberikan penjelasan.
Kepala Dusun Ledok, Wakidi, 60 tahun menyampaikan dirinya menerima berita itu pada Senin pagi setelah dijemput oleh seorang petugas Babinsa setempat. “Pagi ini saya dijemput Pak Babinsa, mengabarkan kalau warga kami ada yang mendapat musibah, ternyata Mas Rizal,” ucap Wakidi, saat ditemui Senin.
Wakidi menyebutkan dari kabar yang ia dapat, Rizal terkena serangan itu ketika hendak salat subuh. “Yang terkena rudal empat orang, ada yang meninggal, termasuk Mas Rizal,” tutur Wakidi.
Ia menyatakan Rizal adalah anak kedua dari warga bernama Senam dan Sukinah. Di pandangan warga sekitar, Rizal dikenal sebagai pemuda yang punya catatan perilaku sangat baik.
Ia melalui masa kecil sampai lulus SMA di Lendah sebelum akhirnya memutuskan untuk mengabdi sebagai anggota TNI pada tahun 2017.
Walaupun setelah bertugas ia lebih sering berada di Aceh dan punya istri asal Kebumen, Rizal tetap dikenal rajin ikut serta dalam kegiatan Karang Taruna di dusunnya.
Wakidi ingat pertemuan terakhirnya dengan almarhum terjadi pada momen Idul Fitri tahun lalu di lapangan desa.
Meskipun Rizal saat itu sudah beristri serta punya seorang anak perempuan berumur sekitar dua tahun, ia tetap memelihara hubungan baik dengan masyarakat.
Komunikasi almarhum dengan para pemuda di Dusun Ledok juga dianggap masih berjalan baik, bahkan ia sering memberikan dukungan dana untuk menyokong berbagai kegiatan positif di sekitarnya.
Mengenai tata cara pemakaman, Wakidi menyampaikan bahwa keluarga sudah memutuskan agar jenazah almarhum dikuburkan di area pemakaman umum desa tersebut. Bukan di Taman Makam Pahlawan.
Keputusan ini diambil agar almarhum bisa terus berada dekat dengan tempat ia dilahirkan.
Tempat penguburan yang dipilih sementara adalah TPU Nambangan Ledok, berjarak sekitar satu kilometer dari rumah duka.
Sampai sekarang, masyarakat di RT 17 Dusun Ledok masih terus mengadakan persiapan guna menyambut kedatangan jasadnya.
Meskipun waktu kedatangan jenazah belum bisa ditentukan secara pasti, warga serta jajaran pemerintah desa sudah bersiap mengadakan upacara penyambutan jenazah secara militer sebagai tanda penghormatan terakhir.

