Potensi Kuat Nilai Tukar Naik Rp 17.000/USD, Dampak Perang Iran-Israel

  • Whatsapp
Orang orang berkumpul di dekat lokasi yang rusak setelah serangan udara Israel
Orang-orang berkumpul di dekat lokasi yang rusak setelah serangan udara Israel terhadap kedutaan Iran di Damaskus, Suriah, pada Senin (1/4/2024). Foto: Firas Makdesi/REUTER

Beritapedia.co.id, Jakarta – Pada Senin sore tanggal 15 April 2024, nilai tukar rupiah menurut data dari Google Finance mencapai 16.071 per dolar Amerika Serikat.

Dr Andi M Nur Bau Massepe, seorang pengamat ekonomi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), menyatakan bahwa data yang banyak beredar mengenai pelemahan nilai tukar rupiah berasal dari Google Finance.

Tetapi menurutnya, jika kita melihat data dari Bank Indonesia (BI), nilai tukar masih tetap, yaitu 1 dolar sama dengan 15.900 rupiah.

BACA JUGA: Saudi dan Negara Teluk ogah Bantu AS akibat Iran Serang Israel

Menurutnya, penyebabnya adalah karena Google mengambil data dan juga karena beberapa minggu ini kita sedang libur sehingga beberapa transaksi tidak diperbarui.

Sambil itu, ketika ditemui wartawan, Hendra Winata, CEO BRI Makassar, mengatakan bahwa informasi tentang harga pembelian dolar AS masih tidak diketahui.
Sebabnya, bank yang baru akan membuka setelah liburan Idulfitri pada hari Selasa (16/4/2024) besok.

“Sebutkan bahwa data tersebut akan menjadi tersedia besok pada pukul 10.00 WITA atau 09.00 WIB.

Diperkirakan bahwa perselisihan yang semakin memanas antara Iran dan Israel berpotensi memberikan dampak negatif bagi Indonesia, termasuk di antaranya fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Diperkirakan bahwa nilai tukar rupiah akan mencapai angka Rp 17.000 per dolar AS.

Berita tentang fluktuasi nilai tukar rupiah tersebut menjadi topik yang ramai diperbincangkan pada akhir pekan yang lalu. Lalu, kabar tentang proyeksi harga minyak global yang meningkat disebabkan oleh serangan Iran terhadap Israel.

Ada kemungkinan bahwa nilai tukar rupiah akan jatuh sebesar Rp 17.000 per dolar AS.

Menurut Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economics and Law Studies (CELIOS), serangan tersebut telah menyebabkan penarikan investasi asing dari negara-negara berkembang karena meningkatnya risiko geopolitik.

Mendepresiasi terus menerus, rupiah diperkirakan akan mencapai angka Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat jika ketegangan ini berlanjut.

Berdasarkan data dari Google Finance, pada hari ini, Minggu (14/4), terdapat keadaan di mana nilai tukar Rupiah mencapai Rp 16.117 per dolar AS.

Meskipun menurut informasi yang diterbitkan oleh Bloomberg dan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, pada tanggal 5 April 2024 terlihat adanya penguatan nilai tukar rupiah menjadi sebesar Rp 15.848. Jumlah ini meningkat sebesar 44,5 poin atau 0,28 persen.

Tinggalkan Balasan