Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Jalur Selatan Lampaui 212 Ribu Kendaraan

  • Whatsapp
Dishub Kabupaten Bandung resmi menetapkan bahwa puncak Arus Balik Lebaran 2026 (Idulfitri 1447 Hijriah) telah terlewati
Dishub Kabupaten Bandung resmi menetapkan bahwa puncak Arus Balik Lebaran 2026 (Idulfitri 1447 Hijriah) telah terlewati

BERITAPEDIA – – Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung resmi menetapkan bahwa puncak Arus Balik Lebaran 2026 (Idulfitri 1447 Hijriah) di koridor selatan Jawa Barat telah terlewati pada H+2, Senin (23/3/2026).

Meski volume kendaraan mulai melandai, otoritas keamanan tetap bersiaga penuh mengantisipasi lonjakan gelombang kedua yang diprediksi terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Data Teknis: Volume Kendaraan Pecahkan Rekor

Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi, mengungkapkan bahwa penetapan status puncak arus balik berdasarkan pada data real-time pada titik krusial Nagreg.

Tercatat, pergerakan kendaraan tertinggi pada Senin lalu menembus angka 212.662 unit dalam siklus 24 jam.

“Berdasarkan akumulasi data H+2, pergerakan tersebut merupakan titik tertinggi Arus Balik Lebaran 2026 tahun ini. Walaupun ada potensi peningkatan pada H+6 atau Sabtu mendatang, kami memproyeksikan densitasnya tidak akan melampaui capaian hari Senin,” ujar Ruddy di Posko Utama, Rabu (25/3/2026).

Anomali Statistik: Lonjakan 43 Persen ke Arah Jakarta

Terdapat pergeseran tren signifikan pada statistik tahun ini. Data Dinas Perhuungan menunjukkan arus kendaraan menuju Bandung dan Jakarta mengalami peningkatan tajam sebesar 43,51 persen atau mencapai 103.427 unit pada hari puncak. Sebaliknya, arus menuju arah Timur (Garut/Tasikmalaya) justru turun 23,08 persen.

Fenomena ini mengindikasikan konsentrasi pemudik terpusat pada kepulangan menuju wilayah urban Jabodetabek secara bersamaan.

Hingga Rabu pagi, arus dari jalur selatan Tasikmalaya menuju Bandung masih konsisten tinggi di angka 46.300 kendaraan.

“Kami memantau jendela waktu krusial antara pukul 19.00 hingga 22.00 WIB, di mana volume kendaraan dapat menyentuh 10.000 unit per jam,” tambah Ruddy. Prediksinya masih ada sekitar 220.000 unit kendaraan yang belum kembali dari kampung halaman.

Sinergi Operasi Ketupat Lodaya di Jalur Nagreg

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, menegaskan bahwa kelancaran di jalur legendaris Nagreg merupakan hasil sinergi lintas instansi dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Petugas akan siaga 24 jam untuk melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem one way (satu arah) sepintas.

“Keberhasilan ini adalah kerja kolektif Polri, TNI, Dinas Perhubungan, hingga BPBD. Nagreg tetap menjadi barometer kelancaran jalur selatan,’kami juga siap melakukan pengalihan arus jika terjadi kemacetan di wilayah Limbangan atau Malangbong,” tegas Aldi saat meninjau Pos Terpadu Lembur Kaheman,” tambahnya.

Lonjakan Arus Balik Lebaran 2026 Penumpang Kereta Api 

Kepadatan Arus Balik Lebaran 2026 juga merambah sektor transportasi massal. PT KAI Daop 2 Bandung mencatat 4.838 penumpang turun di Stasiun Kiaracondong pada H+4.

Kapolsek Kiaracondong, Kompol Sumartono, menyatakan pengamanan akan melalui Kegiatan Rutin yhingga 29 Maret 2026.

Sementara itu, Kepala Stasiun Kiaracondong, Prayugo, mengimbau penumpang untuk tiba 60 menit sebelum keberangkatan guna menghindari penumpukan di area peron.

Pemerintah mengimbau masyarakat melakukan perjalanan gelombang kedua untuk memastikan kelaikan kendaraan dan kondisi fisik, mengingat cuaca fluktuatif. (edt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan