Beritapedia.co.id, Sumedang – Kelima orang yang bekerja di PT Kahatex, yang terletak di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat yang mengalami keracunan gas, telah kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing.
Mereka diberikan izin untuk kembali ke rumah setelah menjalani perawatan yang intens di rumah sakit karena terpapar gas saat sedang membersihkan kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Kejadian yang menimpa enam individu yang bekerja ini berlangsung pada hari Sabtu (13/4/2024) pada pukul 10.00 WIB.
BACA JUGA: Rayakan Hari Jadi ke-383, DS Kunjungi Makam Bupati
Salah satu dari enam karyawan yang menjadi korban tersebut telah meninggal dunia.
“Sudah pulang semua ke rumahnya masing-masing. Yang tiga orang sudah pulang dari hari kemarin, dan dua orang korban yang bernama Entep dan Entis, hari ini pulang ke rumahnya,” kata Kepala Bagian Umum PT Kahatex, Ludy Sutedja, Rabu (17/4/2024).
Ludy memastikan bahwa PT Kahatex akan memenuhi hak-hak keenam karyawan yang mengalami kecelakaan kerja tersebut.
Termasuk di dalamnya, selama kelima korban belum mencapai kemampuan untuk melakukan pekerjaan.
Setelah kejadian tersebut, Ludy menyatakan bahwa mereka tidak akan melakukan penilaian terhadap tindakan menguras lumpur untuk menyeimbangkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Hak-haknya mereka pasti kami berikan, ini kan kecelakaan kerja, bukan bolos,” katanya.
Namun demikian, ia mengungkapkan rencananya untuk menyiapkan tindakan yang bertujuan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
“Kalau evalusai tidak ada, karena itu kegiatan rutin, pembersihan kolam IPAL itu rutin setiap setahun sekali pada saat menjelang Idulfitri,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan pembersihan kolam IPAL dilakukan secara teratur setiap tahun menjelang Idulfitri, karena itu tidak memerlukan evaluasi tambahan.
“Tetapi, jika terjadi pengurasan, kami akan memperoleh perangkat deteksi zat kimia untuk mengidentifikasinya,” kata Ludy.
Sumber: Tribun

