Tanam Padi “Ala Menir”: Penelitian Pupuk Rakyat Bangbara Bedas Pada Padi Turiang

  • Whatsapp
padi jajar legowo

BERITAPEDIA.CO.ID, BANDUNG- Bangbara Bedas terus melakukan inovasi dalam pengembangan Pupuk Rakyat (PR). Selain penelitian Pupuk Rakyat (PR) pada padi dan palawija, kini tengah dilakukan pada padi sistem tanam “ala menir”.

Turiang atau “menir”, adalah sebutan masyarakat pada tanaman padi yang muncul setelah padi di panen.

IMG 20230816 124324
Penyemprotan sawah Turiang Bangbara Bedas Sadulur Makmur, memakai Pupuk PR di Kp. Beor Desa Babakan Peuteuy

Biasanya, petani hanya memanfaatkan Turiang ini untuk pakan ternak saja atau membiarkan tumbuh sendiri jika lahan sawahnya tidak mungkin untuk di aliri air di musim kemarau.

Namun setelah di pelajari, diteliti dan diaplikasi di Subang Jawa Barat, oleh Bangbara Bedas Sedulur Makmur, “Turiang” pun bisa menjadi alternatif sistem tanam padi yang efisien.

“Di Subang, ada petani yang sawahnya sudah panen, lahannya tidak diolah dari nol lagi, tetapi lahan sawahnya langsung diberi pupuk untuk mengambil padi “ala menir,” ungkap Bos Heri mengutarakan.

Efisien, karena petani tidak perlu mengeluarkan ongkos kerja pengolahan sawah dari nol. Tidak perlu membajak dan menanam hanya butuh pemberian pupuk yang berkala, teratur dan terukur.

Hal itu diutarakan Bos Heri Bangbara Bedas, saat memberikan penyemprotan lahan sawah turiang di Kp. Beor Rw. 11 Desa Babakan Peuteuy, Selasa (6/8/2023).

Untuk pupuk yang digunakan, Sejenis pupuk cair organik yang merupakan produk buatannya sendiri.

“Baru dua kali penyemprotan pupuk Rakyat, kita lihat dalam satu bulan perkembangannya seperti apa,?” ungkap Bos Heri.

Heri mengutarakan, apabila teknik ini berhasil di Kabupaten Bandung, dapat menjadi solusi alternatif petani dalam mengelola sawahnya.

“kasihan petani, ongkos produksi pertanian terus meningkat sementara hasil tidak sebanding dengan cost yang dikeluarkan,” katanya.

Jangka Waktu

Padi Turiang ini bisa menghasilkan setara dengan teknik tanam konvensional. Selain dari waktu yang hanya membutuhkan waktu 2.5 bulan, juga ongkos kerja petani dalak mengolah lahan dapat dikurangi.

Dalam waktu tersebut, tinggi padi turiang yang di urus bisa mencapai 60cm.

Sama dengan padi pada umumnya. Anak setiap ruas pun sama banyaknya. Dan hasil padi yang diperoleh pun tidak jaih berbeda dengan hasil panen biasanya.

Saat ini pihaknya tengah melakukan prosesĀ  penelitian padi turiang. Kita tunggu hasilnya..

Reporter: Andi Rohendi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan