Wacana Study Tour SMPN 1 Limbangan Garut Tuai Polemik

  • Whatsapp
IMG 20230909 WA0017

BERITAPEDIA.CO.ID,GARUT – Ditengah krisis pangan yang terjadi saat ini, fenomena miris terjadi di dunia pendidikan di Kabupaten Garut. Hal ini terjadi terkait wacana kegiatan study tour yang akan diselenggarakan oleh pihak Komite SMPN 1 Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Wacana tersebut menuai polemik, dimana salah seorang orang tua siswa kelas 8 SMPN 1 Limbangan berinisial AS, mengaku keberatan dengan adanya wacana tersebut. Selain memberatkan para orang tua, dijelaskan oleh AS, belum pernah ada undangan musyawarah para orang tua siswa terkait wacana tersebut.

“Ditengah krisis seperti saat ini, kami selaku orang tua menolak rencana tersebut. Pasalnya, tidak semua orang tua siswa yang kondisi ekonominya berkecukupan,” ujar AS, Kamis (7/9/2023).

Sementara Ketua Komite SMPN 1 Limbangan yakni Ruhimat saat dikonfirmasi via seluler mengatakan bahwa wacana tersebut sedang di proses. Kata Ruhimat, adanya wacana itu diawali oleh adanya usulan dari beberapa siswa.

“Saat kami rapat dengan pihak sekolah, Jawaban Kepsek selama ini tidak ada larangan dinas terkait pelaksanaan Study Tour, hanya ada rekomendasi dari Inspektorat Daerah yang berisi bahwa Karya wisata boleh dilaksanakan dengan syarat panitia harus dari Komite Sekolah,”kata Ruhimat.

Ia juga menjelaskan bahwa para orang tua sudah dibagikan angket terkait persetujuan para orang tua siswa. Dirinya menegaskan bahwa angket yang sudah dibagikan kepada orang tua siswa, bagi yang mengembalikan angket tersebut ke pihak sekolah dianggap menyetujui begitu juga sebaliknya.

Dari 400 siswa hanya 226 yang mengembalikan angket, artinya kurang lebih 50 persen yang menyetujui wacana Study Tour itu, selebihnya sebaliknya.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala SMPN 1 Limbangan Tita Rosita membenarkan adanya wacana tersebut berdasarkan usulan dari beberapa siswa yang menyampaikannya kepada guru. Kata Tita, kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Desember tahun ini.

“Saya pribadi tegas berkeberatan dengan adanya rencana itu. Tapi, selaku pimpinan di sekolah Saya mengakomodir adanya usulan dari siswa untuk ditindaklanjuti kepada pihak komite,”ujarnya.

Tita juga menjelaskan besaran biaya yang ditetapkan yakni sebesar RP 775 ribu per anak. Dengan rincian sebagai berikut, biaya Transportasi Bis AC sebesar Rp 350 ribu, Tiket masuk lima lokasi Rp 100 ribu, Kaos Rp 65 ribu, P3K Rp 10 ribu, Makan enam kali Rp 150 ribu dan penginapan Rp 100 ribu.

Sedangkan untuk beberapa lokasi yang akan dikunjungi jelas Tita antara lain untuk lokasi yang akan di kunjungi yakni Candi Prambanan, Taman Pintar, Malioboro, Heha Sky View Yogya, Destinasi Wisata Lava Jeep Tour Merapi dan pusat Oleh – oleh Khas Yogyakarta.

“Wacana kegiatan ini tidak diwajibkan, maka dari itu bagi siswa yang tidak mengikuti kegiatan tersebut tidak akan dikenakan sanksi apapun,” tegas Tita.****

Pos terkait

Tinggalkan Balasan