Taiwan Mendapatkan Dana Rp5 T dari Amerika Serikat Untuk Mencegah Invasi China

BERITA, HEADLINE0 Dilihat

Taiwan. Beritapedia.co.id-Taiwan mendapatkan dana bantuan militer senilai US$325 juta (setara dengan Rp 5,2 triliun). Bantuan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pulau itu untuk mencegah invasi China.

 

Seorang pejabat Amerika Serikat meyebutkan bahwa didalam paket tersebut mencakup peralatan intelijen, pengawasan dan pengintaian serta amunisi senjata kecil.

 

“Ini adalah kemampuan yang dapat digunakan Taiwan untuk meningkatkan pencegahan sekarang dan di masa depan,” kata seorang juru bicara Pentagon seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu 29 juli 2023.

 

Elemen-elemen yang ada didalam paket tersebut “meliputi stok pertahanan kritis, kewaspadaan multi-domain, kemampuan anti-lapis baja dan pertahanan udara,” tambahnya.

 

“Kami sedang bekerja dengan cepat untuk memberikan bantuan militer yang diumumkan hari ini,” ujarnya.

 

Kementerian Pertahanan Taiwan mengucapkan terima kasih kepada Washington “atas komitmen kuatnya terhadap keamanan Taiwan.”

 

Sun Li-fang seorang juru bicara dari Taiwan mengatakan bahwa paket bantuan ini adalah dukungan penting lainnya untuk pertahanan diri Taiwan selain penjualan senjata.

 

“Taiwan dan AS akan terus bekerja sama erat dalam masalah keamanan untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan status quo di Selat Taiwan,” ujarnya.

 

Paket tersebut diambil langsung dari cadangan AS sendiri, yang memungkinkannya dikirimkan pada batasan waktu yang lebih cepat dari biasanya.

 

Kongres AS telah memberi wewenang kepada Presiden Joe Biden untuk memberikan bantuan ke Taiwan dari stok militer Amerika – dengan cara yang sama seperti Washington telah memberikan bantuan dalam jumlah besar ke Ukraina sejak Rusia menginvasi pada Februari 2022.

 

Militer China telah mengadakan dua latihan besar di sekitar Taiwan, mensimulasikan serangan dan memblokade pulau itu, yang dilakukan pada tahun lalu.

 

Pemerintah China mengklaim pulau Taiwan yang demokratis dan berpemerintahan sendiri sebagai bagian dari wilayahnya. Pemerintah China bahkan telah berjanji untuk merebut pulau itu, da jika perlu memakai dengan kekerasan.

Komentar