Kadis DPPPKBP3A Garut Kunjungi Korban Amuk Masa Salah Sasaran

BERITAPEDIA.CO.ID, BANDUNG- Yayan Waryana Kepala DPPPKBP3A Kabupaten Garut, mengunjungi keluarga korban salah sasaran amuk massa di Kp.  Babakan Rt. 02 Rw. 13 Desa Sukaraja Garut, Minggu (10/9/2023).

Dalam kunjungannya Yayan mempertanyajan kronologis kejadiannya seperti apa kepada keluarga. Keluarga Korban pun mengucapkan terima kasih kepada dinas.

“Selaku orang tua korban, saya sangat berterima kasih atas kedatangan dinas untuk melihat kondisi anak saya, nuhun Pisan pak tos dongkap ucap Dani.

Dani pun orang tua korban menjelaskan, kejadian ketika anaknya sehabis pulang futsal

“anak saya pulang main putsal dan lewatnya jalan motong ke arah kampung tersebut sambil cari warung yang buka untuk membeli makanan dan minuman air dingin, ada mobil yang parkir temennya Rama dan Fajar bercanda.

Didalam mobil yang terparkir katanya ada hantu pas mau lihat kesana sambil tengok kiri tengok kanan ada orang yang sedang melakukan Siskamling atau Ronda.

“Sehingga kejadian Naas itu pun tak terbendung Adam dan ke dua temannya berlari di teriaki maling, sehingga Adampun di bekap dan langsung dipukuli secara brutal oleh warga tersebut,” kata Hamdani mejelaskannya.

Yayan Waryana mengatakan seharusnya warga jangan main hakim sendiri karena ini negara hukum, seharusnya ditanya-tanya dulu bukannya seperti itu masa masyrakat ga bisa lihat dari raut wajahnya dia kan anak-anak.

Yayan Waryana juga memberi penjelasan kepada orang tua korban agar di berikan pengobatan intensif takutnya mental dan sikis anak tersebut jadi menurun.

Dengan sigap, Drs.Yayan Waryana Kepala DPPKBPPPA ( Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak ) Menjenguk Adam korban Penganiyayan Salah sasaran.

Korban masih dibawah umur oleh warga Kp. Selagedang Desa Sukaraja Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut.

Membaca di salah satu Media Online, Yayan Waryana selaku Kepala Dinas langsung melihat keadaan anak yang dibawah umur korban pemukulan oleh warga, Saudara Adam yang setatus nya masih sekolah di tingkat SMA Kelas 10.

Menurut Yayan Waryana, Kekerasan ini termasuk Jenis penganiyaan berat apalagi oleh banyak warga yang melakukan pemukulannya karena salah sasaran.

Menurut Yayan Waryana sangat miris melihat kejadian seperti ini karena korbannya anak-anak yang masih perlu kebutuhan pendampingan dari orang tua, baik fisik maupun mentalnya.

Yayan Waryana juga menjelaskan kepada keluarga korban bahwa mengetahui kabar dari media online, dan sempat hari ini baru kesini ucapnya.

Dani Hamdani selaku eluarga korban juga berharap agar tidak terjadi lagi pengeroyokan dikabupaten garut umumnya di seluruh negara republik indonesia seperti ini,apalgi kasusnya korban masih dibawah umur seperti anak saya,ucapnya.*

Nuroni/Garut

Komentar