BERITAPEDIA – Insiden mencekam menimpa ratusan penumpang KA Ciremai yang selamat dari maut setelah kereta menabrak material longsor di jalur Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.
Peristiwa ini terjadi di petak Maswati-Sasaksaat pada Rabu (1/4/2026) sore saat kondisi cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut. Kereta melintas di jalur menikung sehingga material tanah yang menutup rel tidak terpantau oleh masinis dari jarak aman.
Kronologi Masinis KA Ciremai Lakukan Pengereman Darurat
Masinis KA Ciremai, Ilham, mengaku telah berupaya maksimal menghentikan laju kereta demi menghindari tumpukan tanah yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
“Kereta melaju di jalur lengkung, jadi longsoran tidak terlihat,” kata Ilham saat memberikan keterangan resmi mengenai detik-detik sebelum kecelakaan terjadi.
Beliau menegaskan bahwa jarak antara posisi kereta dengan titik longsor sudah terlalu dekat sehingga tabrakan keras tidak mungkin terelakkan lagi.
“Saya sudah lakukan pengereman darurat, tapi jaraknya terlalu dekat sehingga akhirnya menabrak material,” ujar Ilham menjelaskan situasi darurat di kabin masinis KA Ciremai.
BACA JUGA: Hujan Angin di Cimahi Picu Pohon Tumbang dan Hambat Lalu Lintas
Benturan tersebut mengakibatkan lokomotif keluar dari jalur rel, namun beruntung tidak diikuti oleh gerbong penumpang di belakangnya.
“Alhamdulillah semua selamat. Tidak ada gerbong yang keluar rel, hanya lokomotif,” ucap Ilham meyakinkan kondisi seluruh awak dan penumpang KA Ciremai.
Evakuasi 500 Penumpang KA Ciremai Menuju Bandung
Kapolsek Cikalongwetan, AKP Deden Indrajaya, mengonfirmasi bahwa total penumpang dalam perjalanan menuju Bandung tersebut mencapai angka sekitar 500 orang.
Seluruh penumpang dipastikan dalam kondisi fisik yang baik tanpa luka serius.
“Penumpang kurang lebih 500 orang, semuanya selamat dan sudah dievakuasi,” ujar Deden saat memimpin proses pengamanan di lokasi kejadian KA Ciremai.
Pihak kepolisian bersama petugas terkait telah mengarahkan para penumpang menuju Stasiun Rende untuk melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi alternatif.
“Rencananya akan diberangkatkan menggunakan bus,” jelas Deden terkait mekanisme pemindahan ratusan penumpang KA Ciremai yang terdampak gangguan perjalanan tersebut.
Berdasarkan data di lapangan, longsor terjadi sekitar pukul 15.40 WIB setelah hujan deras mengguyur tebing setinggi 20 meter di sisi rel kereta.
Petugas saat ini tengah menunggu peralatan berat untuk mengangkat posisi lokomotif yang masih melintang di jalur.
“Saat ini masih proses evakuasi. Untuk mengangkat lokomotif yang anjlok, kami menunggu kedatangan kereta crane,” tegas Deden menutup keterangannya.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan permohonan maaf resmi atas gangguan yang terjadi di KM 142+8/9 tersebut.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Penghentian perjalanan dilakukan demi keselamatan penumpang sambil menunggu penanganan di lokasi selesai,” tutur Kuswardojo. (edt)











Komentar