Prinsip kami adalah SPPG adalah orangtua, atau Ibu dari Siswa anak Penerima MBG, maka kami akan berikan makanan yang terbaik bagi anak-anak kami dengan Cara seorang ibu.
BERITAPEDIA.CO.ID, – Terkadang untuk menarik perhatian anak agar mau makan, perlu dilakukan banyak kreatifitas, biasanya ketika kita kecil kita dirayu, diberi hadiah, dan dijanjikan sesuatu oleh orang tua kita, agar kita mau makan.
SPPG seperti ibarat ibu yang melayani anaknya, agar anak mau makan, karena ibu tahu anak harus makan yang bergizi agar sehat, kuat, cerdas, dan tercukupi gizinya walau dengan bagaimanapun caranya.
Seperti itulah yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan bergizi gratis (MBG) Nagrog 2 Cicalengka Kabupaten Bandung, yang menggunakan tokoh superhero dalam pembagian makanan bergizinya.
SPPG Nagrog 2 punya prinsip, menempatkan diri sebagai orangtua/ibu dari para penerima manfaat, yang sebagian besar anak sekolah, maka apapun akan dilakukan agar anak asupan gizinya tercukupi.
SPPG Nagrog 2 melayani lebih kurang 2000 siswa di sekolah MTS/MA Ibnu jabal, dan MI Annajah Desa Babakan peuteuy, kecamatan Cicalengka.
Hari itu, Senin (29/12/2025) sontak kedatangan petugas SPPG yang menggunakan kostum Power Ranger membuat anak-anak, guru, dan sekolah pun dibuat kaget bercampur senang.
Sebab, power Ranger datang langsung ke Sekolah bukan hanya untuk menyalurkan Makanan Bergizi Gratis, tetapi sambil berpesan, “makan ya nak, biar pintar, sekaligus cerdas,” ucap Power Ranger penuh semangat.
Anak-anak pun mengangguk, dan menjawab “Siap makan pak”,, kegembiraan pun larut dalam penyaluran MBG.
Mochamad Luthfi Haffiyan Pemilik dapur MBG Nagrog 2 mengutarakan alasan kenapa dirinya punya ide untuk menggunakan tokoh superhero dalam penyaluran MBG.
“Saya rasa tidak ada salahnya kita memiliki kreatifitas dalam cara mendistribusikan makanan bergizi gratis, diantaranya menggunakan superhero ini,”ucapnya.
Tujuan kami tidak lain adalah bagaimana makanan yang kami salurkan ini, bisa diterima oleh siswa, baik diterima dari segi jumlah, maupun diterima dari segi kualitas makanannya.
“Prinsip kami adalah SPPG adalah ibu anak-anak, yang harus memberikan yang terbaik bagi anak. Maka kami akan menjaga kualitas pelayanan kami untuk penerima manfaat,”ujarnya menegaskan.
Selain penyaluran, kami pun senantiasa melakukan evaluasi dua arah, jadi kami membuka ruang masukan dan komentar dari sekolah penerima manfaat, kaitan dengan pelayanan kami dalam menyalurkan Makanan bergizi gratis.!! Beber Kang UPI.
Untuk menjaga resiko, kami senantiasa komunikasi dengan pihak sekolah yang dilakukan dengan instan, agar dapat menjaga resiko yang tidak di inginkan yang akan berdampak bagi kami sebagai pelayan MBG.(Andi)









Komentar