Menengok Kesibukan Subuh di Dapur MBG Tenjolaya 4

BERITA33 Dilihat

Menengok Kesibukan Subuh di Dapur MBG Tenjolaya 4 dalam mempersiapkan untuk distribusi perdana Makanan Bergizi Gratis

 

CICALENGKA, BERITAPEDIA – Saat fajar baru saja menyingsing di Desa Tenjolaya, aroma harum bolu pandan dan roti abon sudah menyeruak dari sebuah bangunan yang kini menjadi “jantung” kesehatan anak-anak sekolah di Cicalengka. Di sana, di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tenjolaya 4, sebuah misi besar sedang dimasak.

Senin (23/2/2026) bukan sekadar hari sekolah biasa bagi siswa SMP dan SMK Ma’arif Cicalengka. Hari itu menandai babak baru bagi pertumbuhan mereka melalui peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Ketat di Dapur, Hangat di Kelas
Pemandangan di dapur SPPG Tenjolaya 4 tampak seperti laboratorium kuliner yang disiplin. Seluruh kru mengenakan perlengkapan higienis lengkap; masker, sarung tangan, hingga penutup kepala.

Tidak ada ruang untuk keteledoran karena setiap paket makanan adalah janji nutrisi bagi generasi masa depan.

Menu hari itu tidak main-main. Di dalam wadah food grade yang rapi, tersaji dua kotak susu, pisang Cavendish, jeruk segar, bolu pandan, roti abon, donat keju, hingga tiga butir telur rebus. Sebuah komposisi yang telah dihitung matang berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG).

“Kami tidak ingin sekadar membagikan makanan,” ujar Muhammad Luthfi Hafiyyan, pemilik dapur MBG SPPG Tenjolaya 4, di sela kesibukan peluncuran.

“Kami memastikan asupan yang sampai ke tangan siswa benar-benar sehat, higienis, dan seimbang. Ini adalah garda terdepan untuk investasi masa depan bangsa.”

Lebih dari Sekadar Pengganjal Perut
Begitu kendaraan operasional khusus tiba di sekolah, suasana antusiasme pecah. Bagi para siswa, paket makanan ini lebih dari sekadar bantuan pangan di tengah kondisi ekonomi yang menantang; ini adalah suntikan semangat.

Beberapa siswa tampak terharu saat membuka paket mereka. Di balik tawa dan obrolan di bangku kelas, ada harapan bahwa rasa lapar tak lagi menjadi penghalang bagi konsentrasi mereka saat menyerap pelajaran matematika atau sejarah.

Luthfi Hafiyyan menekankan bahwa profesionalisme adalah harga mati. Dibawah koordinasi Badan Gizi Nasional, SPPG bertanggung jawab penuh mulai dari seleksi bahan baku segar hingga distribusi tepat waktu.

Harapan bagi Cicalengka
Namun, ambisi SPPG Tenjolaya 4 tidak berhenti di gerbang sekolah. Luthfi membocorkan bahwa ke depan, jangkauan manfaat akan diperluas. Ibu hamil dan balita di wilayah Cicalengka juga akan menjadi sasaran agar mata rantai stunting dan kurang gizi bisa diputus sejak dini.

“Harapan kami, anak-anak bisa lebih fokus belajar dan berprestasi karena fisiknya kuat,” tambah Luthfi optimis.

Hari itu, Cicalengka tidak hanya mendistribusikan ribuan paket makanan. Melalui tangan-tangan di SPPG Tenjolaya 4, mereka sedang membangun fondasi bagi generasi yang lebih sehat, lebih cerdas, dan tentu saja, lebih bahagia. (Andi Rohendi)

Writer: AndiEditor: Andi Rohendi

Komentar