Miiter Iran Tembak pesawat pengintai AWACS AS di Arab Saudi

  • Whatsapp
Kapal AS
Gambar ini, yang dirilis pada 29 Maret 2026, diduga menunjukkan puing-puing pesawat pengintai Boeing E3 Sentry milik Angkatan Udara AS, yang dihancurkan dalam operasi pembalasan Iran, di Pangkalan Udara al-Kharj yang dikelola AS di Arab Saudi.

BERITAPEDIAMiliter Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan, telah menjatuhkan serta melenyapkan pesawat mata-mata Boeing E3 Sentry milik Angkatan Udara AS saat membalas serangan ke fasilitas militer yang dikelola AS di Arab Saudi.

“Sebagai reaksi atas tindakan provokatif teroris tentara AS…, Angkatan Udara IRGC, melalui operasi bersama rudal dan drone, tuntas menghancurkan sebuah pesawat E3, yang lebih dikenal sebagai Airborne Early Warning and Central System (AWACS), dengan fungsi pengawasan udara, komando, dan kendali,” ujar Departemen Hubungan Masyarakat Militer Iran IRGC dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

Operasi gabungan Militer Iran itu benar-benar memusnahkan pesawat pengintai Angkatan Udara AS dan mengakibatkan kerusakan parah pada pesawat-pesawat di sekitarnya, lanjut laporan tersebut.

BACA JUGA: Iran Desak PBB: Kutuk serangan ilegal AS-Israel pada infrastruktur telekomunikasi

Foto-foto yang tersebar luas di media sosial memperlihatkan sisa-sisa pesawat Boeing E3 Sentry di lapangan terbang yang dioperasikan AS di Arab Saudi, yang mana telah ditempatkan di lokasi tersebut dari Pangkalan Angkatan Udara Tinker di Oklahoma City.

Kapal AS e3
Sebuah jet F-35 Milik AS.

Foto-foto itu menunjukkan bahwa satu proyektil Iran tepat mengenai bagian paling krusial serta paling sensitif dari pesawat dekat bagian ekornya, tempat radar pengintai AN/APY2 yang mahal terpasang.

Hal ini terjadi sehari setelah IRGC mengatakan sebuah gudang yang menyimpan sistem anti-drone Ukraina hancur dalam operasi rudal di Dubai, Uni Emirat Arab.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengatakan pada hari Sabtu bahwa lokasi tersebut dihantam dalam operasi gabungan yang dilakukan oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut IRGC.

Dia mencatat bahwa ada 21 warga Ukraina di lokasi tersebut, yang nasibnya masih belum diketahui.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye militer skala besar dan tanpa provokasi terhadap Iran pada 28 Februari, membunuh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan beberapa komandan militer berpangkat tinggi meskipun ada negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Washington mengenai program nuklir damai Iran.

Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran segera melancarkan operasi rudal dan drone yang dahsyat terhadap kepentingan AS di seluruh wilayah Asia Barat dan posisi Israel di wilayah pendudukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan