BERITAPEDIA.CO.ID,- Pada dasarnya Revitalisasi dilakukan untuk melakukan perubahan pada tatakelola pasar rakyat, menjadi lebih modern mengikuti perkembangan jaman.
Usia pasar tradisional di berbagai wilayah jawa barat, rata-rata sudah berusia puluhan tahun. Hal ini mengakibatkan infrastruktur pendukung pasar, mengalami penyusutan. Baik fisik bangunan pasar tradisional, maupun kebiasaan pedagang tradisional.
Hal itu diutarakan Haji Dadang Karso, pemerhati pasar rakyat Jawa Barat berdasarkan kajian pihaknya setelah melakukan survey di beberapa pasar di Jawa Barat.
Menurutnya, pada umumnya kondisi pasar saat rakyat saat ini secara umum kumuh, kotor, bau dan tidak rapi. Berdasarkan hasil kajian tersebut, Revitalisasi harus hadir pada pasar-pasar rakyat di Jawa Barat.
“Revitalisasi atau pembangunan pasar rakyat yang tadinya pasar kumuh, kotor dan bau menjadi pasar sehat, bersih, tertata rapih, aman, dan nyaman,” papar Haji Dadang Karso.
Maka dari itu, Revitalisasi pasar di Jawa Barat harus berjalan disetiap daerah kabupaten/kota di Jawa Barat.
Untuk mewujudkannya, kegiatan Revitalisasi ini harus di dorong agar pasar rakyat lebih maju, lebih modern dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan dan toko modern.
“Outout revitalisasi pasar akan dapat merubah dan meningkatkan omset perdagangan dan merubah pedagang menjadi lebih maju, taat kepada aturan serta tahu hak dan kewajiban sebagai pedagang yang taat pasa aturan pasar,” ungkapnya.
Kementerian PUPR pun telah menyampaikan pentingnya revitalisasi pasar untuk meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat, sehingga menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata rapih dan estetis (tidak kumuh).
Begitupun dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam peresmian Pasar Jabar Juara di Ciranjang Kabupaten Cianjur, mengemukakan bahwa, Pasar Jabar Juara harus jadi pilihan utama warga dalam mencari kebutuhan pokok.
“Menurut saya pasar-pasar yang kumuh perlu direvitalisasi namun untuk mewujudkannua perlu dukungan terkait revitalisasi perlu di dukung oleh semua pihak,” ungkapnya.
Apalagi, revitalisasi pasar yang dilakukan oleh pemda yang bekerja sama dengan pihak ke tiga/swasta karena perjanjian kerja sama.
Adanya revitalisasi, semua akan di untungkan. Oleh karena itu semua rencana revitalisasi pasar pasti dihasilkan dari analisa dan kajian tidak mungkin tanpa analisa dan kajian.
“Biasanya terencana sampai beberapa tahun sebelumnya, biasanya sudah masuk di perencanaan daerah (RPJMD),” tuturnya..
Maka dari itu perlu dorongan dan dukungan agar berjalan baik dalam revitalisasi pasar di Jawa Barat, agar bisa mendukung Pasar Jabar juara.
Berikut beberapa Indikator revitalisasi :
Ada peningkatan efektivitas dari segi input, proses dan output program revitalisasi pasar.
Selanjutnya tingkat kepuasan konsumen, dari perbedaan pengelolaan pasar antara sebelum dan sesudah revitalisasi.
Perbedaan kondisi lingkungan antara sebelum dan sesudah di revitalisasi Perbedaan pendapatan antara sebelum dan sesudah revitalisasi.
“Hasil penelitian kita selama ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan revitalisasi pasar ada perubahan-perubahan yang signifikan baik terhadap pedagang sendiri maupun ekosistem yang ada disekitarnya,” pungkas Dadang Karso (pemerhati masalah pasar tinggal di Bandung). (And)







Komentar