BERITAPEDIA.CO.ID, CIKANCUNG- Pemerintah Kabupaten Bandung telah melaunching tiga varietas tembakau unggulan di lokasi penelitian tembakau, Sirkuit Gunung Buled (SGB) Desa Mandalasari Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung, Senin (29/8/2023).
Tiga varietas tembakau unggulan yang telah di lepas bupati Bandung diantaranya Varietas Simojang, kayangan dan Himar. Tiga varietas tersebut unggul dari lima Varietas yang di riset BRIN.
“Hari ini kami bersama dengan kepala dinas pertanian, didampingi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melaunching tiga varietas tembakau unggulan,” ungkap Dadang Supriatna.
Diantara ketiga Varietas, paling unggul adalah varietas Simojang. Bahkan ketiga varietas tembakau tersebut sudah diakui secara nasional dan internasional.
HM. Dadang Supriatna dalam kesempatan tersebut menyampaikan potensi kabupaten Bandung dalam Produksi tembakau sangat besar. Ada sebanyak 17 dari 32 kecamatan di Kabupaten Bandung, yang tetap berproduksi Tembakau.
“17 Kecamatan di Kabupaten Bandung masih menanam tembakau, dan Kualitasnya hari ini telah diuji oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang telah menghasilkan tiga varietas,” ungkap Kang DS sapaan akrab bupati Bandung.
Kecamatan Cikancung paling banyak dalam produksi tembakau, jumlahnya hingga 1700 ha. Diharapkan dengan keberdayaan petani tembakau dapat tetap tanggunh dan Bedas dalam menghadapi kehidupan an meraih kesejahteraan.
“Mudah-mudahan para petani tembakau di Kabupaten Bandung, dapat terus berinovasi dalam mengolah produkai tembakau untuk meraih kesejahteraan,” ungkapnya.
Terakhir bupati menekankan bahwa pemerintah daerah akan hadir untuk membantu petani tembakau di kabupaten Bandung. Bupati mengharapkan petani tembakau tetap sehat dan terus melakukan inovasi pada produksi tembakau.
Dalam kesempatan tersebut, hadir para Kepala Desa Se Kecamatan Cikancung, PPL Pertanian, para Camat, ormas/LSM, OKP, Pemuda Pancasila, dan relawan bedas yang setia menemani bupati Bandung.
Tata Ahmad Fasha Kepala Desa Mandalasari dan Jajang Suhendi kepala Desa ana Kecamatan Cikancung, mengutarakan kesiapan desanya dalam berproduksi tembakau lebih besar lagi.
“Secara umum potensi desa kami punya potensi yang besar untuk berproduksi tembakai lebih luas lagi, hanya kami membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana pertanian sehingga produksi petani tembakai tidak terganggu,” ungkap Tata di dampingi Jajang.
Sarana dan prasarana pertanuan dimaksud diantaranya sarana pengairan, jalan usaha tani dan sarana lainnya.
Andi Rohendi











Komentar