BERITA PEDIA-CO-ID-BANDUNG-Ketua DPR RI, Puan Maharani, telah menyatakan bahwa dalam pernyataan bersama atau joint statement pada P20 Summit ke-9 yang diadakan di India, tidak ada pembahasan tentang isu perdamaian Palestina dengan Israel. Ini telah menimbulkan keberatan dari sejumlah pimpinan parlemen negara-negara lain yang berpartisipasi dalam P20 Summit.
P20 Summit adalah forum parlemen negara-negara anggota G20 di mana anggota P20 membuat kesimpulan dari berbagai sesi sidang yang berlangsung selama beberapa hari. Ada 29 poin dalam pernyataan bersama, dan meskipun ada pembahasan tentang dampak perang di Ukraina, isu kemerdekaan Palestina tidak disinggung dalam pernyataan bersama tersebut.
Indonesia, yang dipimpin oleh Puan, bersama dengan beberapa negara lain, seperti Turki, China, Afrika Selatan, dan Rusia, mengajukan pernyataan keberatan karena isu Palestina tidak dimasukkan dalam pernyataan bersama. Mereka berharap bahwa pernyataan keberatan ini akan dipertimbangkan oleh forum P20 agar isu perdamaian Palestina juga mendapatkan perhatian.
Puan juga membahas isu kemerdekaan Palestina dalam pertemuan bilateral dengan Ketua Majelis Agung Nasional Turki. Dia mendukung upaya Turki untuk mediasi dalam konflik Israel-Palestina dan menyerukan untuk menghentikan kekerasan demi mencapai perdamaian. Puan juga menyoroti pentingnya memberikan bantuan kemanusiaan dan membuka koridor kemanusiaan serta menyelesaikan akar permasalahan di Palestina dengan menciptakan negara Palestina yang merdeka sesuai dengan parameter PBB.
Dalam forum P20, Puan didampingi oleh beberapa anggota delegasi dari Indonesia, termasuk Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Fadli Zon, Wakil Ketua BKSAP Gilang Dhielafararez, serta anggota BKSAP lainnya, Charles Honoris dan Irine Yosiana Roba Putri. Selain itu, Duta Besar Indonesia untuk India Ina Krisnamurthi dan Sekjen DPR RI Indra Iskandar juga turut mendampingi Puan dalam P20 Summit tersebut.







Komentar