BERITAPEDIA – Universitas Mercu Buana kembali menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan bagi pelaku UMKM dan kader PKK di RW 008 Kelurahan Meruya Selatan, Jakarta Barat pada Kamis, 20 Februari pukul 09.00-12.00 WIB.
Melalui Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, kegiatan yang melibatkan para dosen diantaranya; Suzan Bernadetha Stephani, S.E.,M.M., Siti Anah, SE, MM, Supriyanto, Andriansyah Bachtillah Putra, S.E., M.M, Supriyatno, S.Sos., M.M., dan Dr. Zairil, S.Pd., M.M.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini bertujuan untuk mengajak para pelaku UMKM dibawah binaan Kelurahan Meruya Selatan ini untuk dapat terus mengembangkan bisnisnya dan mempertahankan keberlanjutan bisnisnya dengan memahami pentingnya etika dan integritas kepemimpinan dalam hubungannya dengan kerlanjutan usaha.
Menurut sumber Profil Industri Mikro dan Kecil Provinsi DKI Jakarta, jumlah usaha/Perusahaan IMK di DKI Jakarta pada tahun 2023 sebanyak 79.992 usaha. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 45.01 persen jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang berjumlah 55.163 usaha/perusahaan IMK.
Usaha IMK banyak terdapat di Jakarta Barat dan Jakarta Timur dengan jumlah usaha IMK masing masing sebesar 19.730 usaha (24,66 persen) dan 17.325 usaha (21,66 persen). Sementara Kabupaten Kepulauan Seribu dan Jakarta Pusat merupakan 2 (dua) wilayah dengan jumlah usaha IMK terkecil yaitu masing-masing hanya sebesar 1176 usaha (1,47 persen) dan 9.280 usaha (19,38 persen) dari jumlah usaha IMK di DKI Jakarta.
Angka ini menunjukkan bahwa di Jakarta Barat pertumbuhan UMKM cukup signifikan. Di Kelurahan Meruya Selatan sendiri menurut informasi dari pihak kelurahan bahwa perkembangan ini masih perlu banyak proses pendampingan agar semua UMKM yang bar uterus bermunculan dan yang UMKM yang telah berdiri terus dapat berkembang.
Maka melalui kegiatan ini, tim pelaksana mengusung tema “Integritas Membuat Keputusan dalam Menjalankan Bisnis, Penting ?” yang menyoroti pentingnya sebuah integritas terutama dalam membuat sebuah keputusan ketika menjalankan sebuah bisnis bagi pelaku usaha.
Suzan Bernadetha Stephani, S.E.,M.M. dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini juga menyampaikan bahwa keberlangsungan sebuah bisnis tidak hanya bergantung pada strategi pemasaran dan keuangan, tetapi juga pada kepemimpinan yang berintegritas.
“Para pelaku UMKM tidak hanya harus menjadi pemimpin bagi bisnisnya tetapi juga bagi dirinya sendiri. Dengan memiliki integritas yang baik, mereka dapat lebih mudah membangun kepercayaan pelanggan dan mempertahankan bisnis dalam jangka panjang,” ujar Dr. Zairil, S.Pd., M.M dalam sesi diskusi.
Kegiatan ini merupakan hasil dari koordinasi dengan pihak Kelurahan Meruya Selatan yang telah menentukan kelompok mitra sasaran, yaitu UMKM dan kader PKK yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga dengan usaha rumahan.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan tentang pentingnya integritas dalam kepemimpinan bisnis, tetapi juga strategi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mereka.
Dan selama sesi pelatihan, peserta sangat antusias dan aktif sehingga banyak pertanyaan yang muncul, terutaman cara membangun loyalitas pelanggan dan bagaimana menghadapi persaingan pada inovasi bisnis yang semakin ketat.
Bahkan, salah satu peserta yang sedang menjalankan bisnis merekomendasikan kepada peserta lainnya untuk menghubunginya jika ingin membuat perizinan halal pada produk mereka.
Tim pengabdian masyarakat Universitas Mercu Buana berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi UMKM di Meruya Selatan serta berkontribusi dalam penguatan ekonomi lokal.
Terakhir, dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan pelaku usaha di daerah tersebut semakin memahami pentingnya integritas dan etika di dalam bisnis serta mampu menerapkannya dalam operasional sehari-hari untuk bisnis yang sedang mereka jalankan.***







Komentar