Beritapedia – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa pengelolaan Selat Hormuz telah memasuki era baru.
Pengumuman itu disampaikan melalui akun media sosialnya pada hari Jumat, dua hari setelah dimulainya gencatan senjata sementara yang difasilitasi oleh Pakistan antara Teheran dan Washington, dampak dari kegagalan AS dan Israel dalam mencapai tujuan setelah 40 hari konflik dengan Iran.
“Kesunyian selama dua hari dalam pertempuran jelas menunjukkan kepada sahabat dan lawan bahwa pengelolaan Selat Hormuz telah memasuki tahap yang berbeda,” demikian pernyataan tersebut.
BACA JUGA: Prancis Kecam Serangan Israel ke Lebanon
Pernyataan ini sejalan dengan ucapan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei pada hari Kamis, yang menyatakan bahwa Iran akan mengembangkan pengelolaan Selat Hormuz ke dimensi baru.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan rezim Israel memulai serangan ilegal mereka terhadap Iran pada 28 Februari, tetapi militer Iran merespon dengan meluncurkan serangkaian 100 operasi menggunakan rudal dan drone yang menargetkan lokasi di wilayah yang dikuasai Israel serta pangkalan dan aset militer AS.
Pasukan Iran juga menghalangi kapal tanker minyak dan gas yang terkait dengan musuh serta pihak yang berkolaborasi dengan mereka untuk menjaga keamanan dijalur perairan penting tersebut.
AS berusaha membentuk aliansi untuk membuka kembali jalur perairan tersebut, dengan meminta bantuan dari negara-negara NATO untuk menyediakan kekuatan angkatan laut dan udara. Namun, sebagian besar sekutu Washington menolak untuk mengirimkan pasukan.
Selain itu, pada hari Jumat, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengumumkan bahwa mereka akan mengirim utusan khusus ke Iran untuk mempelajari situasi di Asia Barat, di tengah laporan yang bertentangan tentang pembukaan Selat Hormuz.
Dijelaskan bahwa keputusan ini diambil selama diskusi telepon antara pejabat tinggi Iran dan Korea Selatan.
Sementara itu, Hamid Hosseini, juru bicara asosiasi eksportir produk minyak Iran, menyatakan bahwa penerimaan terhadap ketentuan yang diajukan oleh Iran mengenai sistem keamanan dan hukum Selat Hormuz sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata bisa jadi salah satu pencapaian diplomatik yang paling berarti dalam beberapa dekade terakhir.
Sebelumnya, selat tersebut terbuka, namun kini beberapa analis internasional beranggapan bahwa situasi baru ini dapat memberikan keuntungan bagi Iran, ujar Hosseini.







Komentar