230 Pengendara Langgar Lalu Lintas

  • Whatsapp
Screenshot 20241101 085546 YouTube
BERI EDUKASI: Jajaran Polresta Bandung beri edukasi kepada pengendara saat Operasi Zebra 2024 di Cileunyi. (FOTO: Ilustrasi)

BERITAPEDIA.CO.ID – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandung mencatat sebanyak 230 kendaraan melanggar saat Operasi Zebra berlangsung pada tanggal 14 Oktober hingga 27 Oktober 2024.

Kasatlantas Polresta Bandung, Kompol Galih Apria menyampaikan pelanggar yang terjaring dengan rata-rata dalam sehari Satlantas Polresta Bandung sebanyak 40 hingga 50 kali.

“Dalam operasi ini ada 230 pelanggar yang terjaring, cuman sisanya kita tegur, dan pelanggaran yang mengakibatkan kecelakaan kita lakukan tilang etle mobile,” ujar Kasatlantas Polresta Bandung, Kompol Galih Apria, Kamis (31/10).

Menurut Galih, selama operasi tersebut pelanggaran yang paling menonjol yakni kecelakan berkendara dan minimnya kesadaran pengendara terkait helm.

“Soalnya rata-rata, kesadaran tidak menggunakan helm menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan,” jelasnya.

Galih juga menyebut, selama operasi zebra, ada tujuh orang yang mengalami luka ringan, sedangkan dua orang mengalami luka berat dan satu orang meninggal dunia.

“Jadi memang dua pelanggaran itu yang menyebabkan kecelakaan,” katanya.

Galih menuturkan, selama operasi zebra pihaknya mampu menurunkan angka kecelakaan. “Alhamdulillah target pencapaian penurunan laka lantas dan fatalitas korban,” terang dia.

Meski begitu, dia juga mencatat beberapa evaluasi yang nantinya bakal menjadi perencanaan operasi yang akan datang.

“Selama operasi zebra berlangsung pun pemeriksaan kendaraan dalam bentuk KTMDU yang dilakukan bersama Samsat Kabupaten Bandung, Dishub Kabupaten Bandung, dilakukan guna menekan pelanggaran administratif,” ungkapnya.

Galih mengaku, dalam operasi ini bukan saat pelaksanaanya yang mesti diawasi, justru setelah operasi yang harus diawasi.

Lantaran operasi ini digelar bukan untuk semata-mata menertibkan, namun perlu ada perhatian sepascanya.

Bahkan pada minggu kedua pelaksanaan sudah terlihat hasilnya terkait ketertiban dan kesadaran berkendara dengan adanya penurunan.

“Paling utama adalah bukan hanya pada saat operasi zebra, tapi juga pada pasca operasi zebra ini kesadaran untuk berlalu lintas. Ingat bahwa kecelakaan itu berawal dari pelanggaran, kecelakaan itu berawal dari pola kita berkendara, ngebut, pola stamina badan,” terangnya

“Kalau stamina kita tidak fit, atau badan kita mengkonsumsi alkohol, terus kita berkendara, itu ada upaya kesengajaan. Itu diatur dalam undang-undang lalu lintas angkutan jalan. Ada pasal yang membahas tentang kelalaian, kesengajaan, dan sebagainya,” sambung dia.

Galih pun berharap kedepannya akan kembali meningkatkan lagi beberapa program yang menunjang soal operasi zebra 2024 kemarin.

Salah satunya terkait kegiatan inovasi yang sudah dilakukan dengan memberikan helm untuk disabilitas.

“Ke depan kita akan tingkatkan terus dan ada beberapa kegiatan inovasi yang kita lakukan. Seperti adanya helm untuk disabilitas, tidak lain adalah untuk memberikan kenyamanan untuk berkendara baik yang mempunyai keterbatasan pendengaran, maupun orang lain. Sehingga dengan helm ini orang akan tahu pengendara ini tuli tidak mendengar dan sama-sama saling menjaga,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan