BANDUNG — Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam memberikan pelayanan yang prima, ramah, dan berorientasi pada nasabah kembali membuahkan hasil positif. Pada Kamis (6/8/2026), BRI Cabang Bandung Asia Afrika menyambut baik kedatangan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Sinar Pagi Foundation and Partners Law Office guna berdiskusi menetapkan peta jalan terbaik bagi penyelesaian Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang terkendala.
Langkah koordinasi ini diinisiasi setelah LPKSM Sinar Pagi Peduli menerima kuasa dari sejumlah nasabah yang berada dalam situasi gagal bayar (galbay) karena tidak lagi sanggup mengangsur kewajiban bulanan mereka. Alih-alih menghadapi proses penagihan yang kaku, para nasabah justru mendapatkan keterbukaan dan empati tinggi dari manajemen BRI yang mengedepankan asas kekeluargaan dan perlindungan konsumen.
BACA JUGA: BRI Soroti KPR Macet di Bandung, LPKSM Sinar Pagi Dorong Solusi
Pihak BRI dan LPKSM sepakat mengarahkan penyelesaian hukum melalui mekanisme lelang objek jaminan secara transparan dan terukur. Langkah penanganan aset yang responsif ini dinilai sangat membantu meringankan beban psikologis maupun finansial para nasabah, sekaligus menghindarkan mereka dari risiko kerugian yang lebih besar akibat akumulasi tunggakan.
Menariknya, skema pemulihan yang dirancang bersama BRI ini juga membawa dampak sosial yang luas bagi pemenuhan hak papan masyarakat. Objek lelang KPR tersebut akan disosialisasikan secara khusus kepada konsumen binaan LPKSM yang membutuhkan hunian layak dengan harga relatif terjangkau, sehingga aset yang bermasalah dapat dialihkan menjadi solusi tempat tinggal bagi warga kurang mampu.
Sikap adaptif dan keterbukaan perbankan plat merah ini mendapat apresiasi langsung dari para aktivis perlindungan konsumen. Kepala Bagian Recovery BRI, Cipta Utama Surya, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk langsung menindaklanjuti solusi tersebut dengan menyesuaikan mekanisme internal yang memprioritaskan kemaslahatan nasabah dan masyarakat luas.
Pelayanan ramah dan tindakan cepat yang ditunjukkan oleh tim recovery BRI membuktikan bahwa sistem mitigasi risiko perbankan modern saat ini berjalan sangat humanis. Respons tanggap ini memicu simpati publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa BRI tidak hanya bertindak sebagai institusi keuangan, melainkan juga mitra pelindung yang siap hadir memberikan jalan keluar terbaik di masa sulit.
Direktur Eksekutif LPKSM Sinar Pagi Foundation, Dimas Madia, memuji profesionalisme BRI yang dinilainya sukses melahirkan proyeksi penyelesaian yang berorientasi pada keadilan bersama. Keramahan dan kelonggaran mekanisme yang diberikan bank memastikan hak-hak debitur tetap terjaga dengan baik, menciptakan situasi yang saling menguntungkan (win-win solution) bagi kedua belah pihak.
Melalui momentum kolaborasi positif ini, Dimas juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan kredit demi menjaga stabilitas ekonomi mikro keluarga. Sinergi antara kebijakan inklusif perbankan dan edukasi finansial dari LPKSM ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagi tata kelola industri keuangan nasional yang sehat dan berhati nurani. ***







