As-Israel Bom Universitas-Universitas di Iran, Dunia Mengecam!

  • Whatsapp
Bom Israel
Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) di Teheran setelah serangan AS-Israel pada hari Jumat. (Foto/X)

BERITAPEDIA – Gelombang kritikan dan kecaman global terjadi setelah As-Israel Bom Universitas-Universitas di Iran, termasuk Institut Teknologi Sains Iran (IUST) yang terkemuka di Tehran serta Universiti Teknologi Isfahan.

Sebelum As-Israel Bom Universitas-Universitas di Iran, Serangan yang terjadi belakangan ini dinilai menyalahi undang-undang,  penyerangan terjadi berminggu-minggu terhadap Iran yang bermula dengan pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, pegawai tentera kanan dan rakyat awam biasa, termasuk lebih 170 pelajar sekolah di bandar Minab, selatan Iran.

Sasar sengaja As-Israel Bom Universitas-Universitas di Iran telah menimbulkan kecaman hebat dari berbagai pihak, cendekiawan, dan pegawai, yang menyatakan bahawa jentera perang Israel-Amerika bertekad memusnahkan asas ilmu pengetahuan Iran selepas menempuh kekalahan di medan pertempuran.

BACA JUGA: Ambil Foto Serangan ke Israel, 70 Warga Inggris ditangkap di UEA

Helyeh Doutaghi, seorang cendekiawan Iran yang sedang berjalan di kawasan kampus Institut Teknologi Sains Iran yang dibom, memberikan keterangan langsung yang menyayat hati.

“Hari ini merupakan antara hari paling menakutkan dalam perjalanan saya sebagai seorang cendekiawan,” beliau menulis di X.

“Semasa berjalan di Institut Teknologi Sains Iran, sebuah institusi awam tersenarai teratas di Iran, saya amat terkejut melihat kemusnahannya. Baru bulan lepas, kawasan ini penuh dengan pelajar, sibuk bergerak di antara bilik kuliah. Kini, sebahagian kawasan ini runtuh, bilik kuliah berselerak, koridor penuh debu dan serpihan kaca.”

Beliau menggambarkan melihat pejabat pensyarah terbakar dan sebuah bangunan baharu yang diperbaharui tempat pelajar berkumpul untuk program dan bersosial, kini musnah sepenuhnya.

Seorang pelajar dengan sebak memberitahunya: “Pejabat pensyarah saya masih sedikit hangus terbakar. Di situlah saya selalu menunggu waktu konsultasi. Untuk bertanya soalan. Untuk merayu tentang markah saya.”

Doutaghi menyatakan bahawa ini merupakan universiti yang sama yang melancarkan satelit Iran Omid dan Zafar 2 – lambang kejayaan teknologi buatan tempatan.
Seminggu yang lepas, salah seorang profesor mereka dibunuh. Kelmarin, mereka mengebomnya,” merujuk pada Dr. Saeed Shamghadri, seorang sarjana terkemuka dan profesor madya di Universiti Sains dan Teknologi Iran, yang meninggal dalam serbuan Israel-Amerika yang menyasarkan kediamannya di Teheran utara minggu lepas.

Anak Dr. Shamghadri, Mohammad, dan anak perempuannya, Reyhaneh, turut terkorban dalam serangan itu, yang berlaku pada hari ke-24 perang pencerobohan yang tidak berasas dan menyalahi undang-undang.

Beliau memegang jawatan profesor madya dan timbalan naib canselor hal ehwal penyelidikan di Fakulti Kejuruteraan Elektrik Universiti Sains dan Teknologi Iran.

“Bermula daripada sekatan sehingga pembunuhan bersasar, hingga pengeboman pusat penyelidikan dan universiti, terdapat pola yang nyata: de-pembangunan & de-industri—pembongkaran sistematik pembangunan asal sesebuah negara, asas industrinya, keupayaannya untuk berdiri sendiri,” tulis Doutaghi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, melalui unggahan di X, menyatakan serangan itu adalah bagian dari upaya terencana oleh pihak penyerang.

“Universitas Teknologi Isfahan serta Universitas Sains dan Teknologi di Teheran hanya dua dari sekian banyak kampus dan lembaga penelitian yang sengaja disasar oleh para agresor,” tulisnya, menekankan bahwa tindakan agresi terhadap Iran “terus saja memperlihatkan tujuan sejati: untuk melumpuhkan dasar ilmiah serta pusaka budaya bangsa kita dengan menargetkan secara sistematis universitas, pusat penelitian, tugu bersejarah, dan para ilmuwan penting.”Dia menolak kekhawatiran seputar program nuklir Iran sebagai alasan yang sangat buruk.

Dr. Brahma Chellaney, seorang pengamat strategi penting dari India, menegaskan bahwa pengeboman terhadap kampus dan lembaga pendidikan tinggi bukan sekadar kerugian insidental.

“Serangan terhadap Universitas Sains dan Teknologi Iran yang ternama di kawasan pusat Teheran bukanlah kerusakan yang terjadi tanpa sengaja, namun merupakan upaya terencana untuk menghambat laju kemajuan ilmu pengetahuan dan kapabilitas riset serta pengembangan negara itu,” katanya.

Chellaney mengemukakan bahwa meski berada di bawah sanksi Barat yang tidak adil serta membatasi, Iran masih merupakan “kekuatan ilmiah,” khususnya dalam sektor nanoteknologi dan kajian medis, sering kali menempati posisi teratas dalam dunia Islam.

Serangan itu sangat menyentuh hati banyak orang. Sarbaz Roohulla Rezvi, seorang jurnalis dan aktivis yang berbasis di Iran, mengatakan bahwa ia memperoleh gelar BSc dan MSc dari IUST dan membagikan gambar bangunan yang rusak di kampus tersebut.

“Agresi ini sepenuhnya tentang Iran yang mendapatkan kekuasaan melalui sains,” tulisnya di X. “Anda tidak dapat menghentikan bangsa ini. Perang ini akan mendorong sains dan teknologi Iran.” tulisnya.

Sebagai wujud perlawanan yang tegas, sebuah kain rentang ukuran besar dibentangkan di kampus yang terkena bom, bertuliskan: “Kami tidak akan pernah mengalah. Kami tidak akan pernah patuh,” katanya.

Menarget sekolah-sekolah pendidikan telah membingungkan dan membuat jengkel para pengamat dunia, yang mempertanyakan prinsip-prinsip yang dipegang oleh orang-orang Amerika.

Wartawan serta analis asal India, Praveen Swami, menggunakan sindiran untuk menunjukkan kemunafikan serangan yang ditujukan pada fasilitas pendidikan Iran.

“Para pelajar teknik Iran telah dibebaskan dari pembelajaran mereka. Kampus itu sepertinya diserang karena perannya dalam kemajuan ilmu nuklir. Dengan alasan itu, MIT yang terkenal dunia akan menjadi target perang yang adil,” tulisnya.

Moeed Pirzada, seorang pengamat politik dari Pakistan, menyebut tindakan itu “tak terbayangkan” dan “sangat tolol,” mempersoalkan memudarnya standar Amerika seraya mengamati bahwa perguruan tinggi A.S. punya kampus di berbagai negara GCC.

Pemakai media sosial Ankit Mayank, dalam sebuah unggahan di X, mengatakan bahwa Iran kini telah mengumumkan rencana untuk menyerang dua kampus di Israel atau A.S. Ia menyebutkan lebih dari 600 institusi di Iran sudah diserang selama sebulan terakhir, menyoroti keberpihakan pers Barat saat melaporkan konflik di Iran.

Setelah penyerangan terhadap kampus-kampus Iran, Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa universitas Israel dan Amerika di Asia Barat telah menjadi target serangan balasan Iran.

“Pasukan Amerika-Zionis yang menyerang, dengan membombardir Universitas Sains dan Teknologi Teheran, telah mengincar kampus-kampus Iran lagi,” kata pernyataan itu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan