Janji Motor Beat Baru untuk Juara Nasional dari Kandang Pandu Jaya Bandung

  • Whatsapp
IMG 20251217 WA0049

BERITAPEDIA – Permintaan terhadap merpati ternakan Tim Pandu Jaya Bandung terus meningkat. Dalam sepekan, sedikitnya 10 pasang merpati terjual.

 

Diketahui, merpati yang dijual didominasi piyikan siap lomba, di antaranya: lima pasang anak Prajurit, tiga pasang anak Liberty, dua pasang anak Dewaruchi, serta lima ekor betina anak Prajurit.

 

Owner Pandu Jaya Bandung, Sukma Pandu Permana, mengatakan kebanyakan pembeli datang mencari merpati berkualitas dengan trah juara Nasional.

 

“Yang dicari sekarang merpati yang jelas asal-usulnya dan sudah teruji,” ujar Pandu—sapaan akrab Sukma Pandu Permana—sambil menunjuk kandang indukan, Rabu (17/12/2025).

 

Dia bercerita, setiap akhir pekan, kandangnya kerap didatangi pehobi dari luar daerah. Ada yang sekadar melihat perkembangan burung, ada pula yang langsung membawa pulang sepasang merpati harapan.

 

Bagi Pandu, meningkatnya penjualan bukan sekadar soal keuntungan. Ia melihat pergeseran cara pandang penghobi: dari sekadar hobi, menjadi usaha yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan.

 

Ia pun menegaskan, burung trahan juara masih tersedia bagi penghobi yang ingin mencoba peruntungan di arena lomba.

 

Tak berhenti di situ, Pandu pun berani memberikan hadiah motor Honda Beat baru bagi siapa pun yang berhasil menjuarai lomba tingkat nasional utama menggunakan burung hasil ternakannya.

 

“Kalau juara satu nasional utama dan burungnya pakai ring Pandu Jaya, langsung saya kasih motor Beat. Kita ajak langsung ke dealer,” ujarnya.

 

Menurut Pandu, hadiah tersebut bukan strategi pemasaran, melainkan bentuk apresiasi pribadi kepada pembeli piyikan yang mampu mengharumkan nama ternakannya di level nasional.

 

“Saya enggak muluk-muluk. Itu tanda terima kasih saya karena sudah naik podium dengan nama ring ternakan saya,” katanya.

 

Tak hanya untuk juara pertama, Pandu Jaya juga menyiapkan bonus uang tunai bagi peraih posisi berikutnya: Rp5 juta untuk juara dua, Rp4 juta juara tiga, dan Rp3 juta juara empat.

 

Ia menegaskan, tantangan tersebut terbuka bagi siapa pun, selama burung yang digunakan berasal dari ternakan resmi Pandu Jaya yang ditandai dengan ring dan sertifikat asli bertanda tangan dirinya.

 

“Kalau beli langsung dari kandang Pandu Jaya, sertifikatnya jelas. Kalau bisa juara, itu bonus. Kalau enggak juga enggak apa-apa,” ujarnya.

 

Pandu mengaku bangga melihat karakter merpati jablay kini semakin diminati penghobi dari berbagai daerah. Padahal, pada 2022 lalu, jenis ini sempat dianggap sulit diternakkan dan jarang berprestasi di lomba.

 

“Sekarang peminatnya banyak. Dulu orang bilang jablay susah diternak, tapi Alhamdulillah sampai sekarang ternakan saya lancar,” ucapnya.

 

Dengan semangat berbagi pengalaman, Pandu berharap langkah kecilnya dapat mendorong lebih banyak penghobi untuk berani mencoba dan percaya pada hasil ternakan sendiri.

 

“Bangga itu kalau bisa juara dari hasil ternakan sendiri,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan