Pemkot Cimahi Resmi Terapkan WFH ASN di Hari Rabu

  • Whatsapp
https://www.detik.com/search/searchall?query=Aparatur+Sipil+Negara
https://www.detik.com/search/searchall?query=Aparatur+Sipil+Negara

BERITAPEDIA – Pemerintah Kota Cimahi memastikan pemberlakuan sistem WFH ASN bagi seluruh aparatur sipil negara di lingkungannya.

Kebijakan ini merupakan langkah konkret mengikuti instruksi resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebelumnya.

Wali Kota Cimahi menyatakan bahwa teknis pelaksanaan akan segera berjalan setelah petunjuk kementerian turun secara resmi.

BACA JUGA: Hujan Angin di Cimahi Picu Pohon Tumbang dan Hambat Lalu Lintas

Transformasi sistem kerja ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat luas.

“Bagi kita ASN Cimahi, mengikuti petunjuk pemerintah pusat, pemberlakuan WFH setelah turun dari kementerian,” tutur Ngatiyana, Selasa (31/3/26).

Penentuan Jadwal Strategis Pelaksanaan WFH ASN Cimahi

Pemkot Cimahi secara mandiri menetapkan hari Rabu sebagai waktu resmi pelaksanaan tugas dari rumah.

Pemilihan hari di tengah pekan ini bertujuan untuk menjaga aspek kedisiplinan kerja tetap maksimal.

Skema WFH ASN ini sengaja tidak diletakkan pada hari Senin atau Jumat guna menghindari persepsi libur panjang.

Langkah ini merupakan strategi cerdas dalam mengelola manajemen sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan daerah.

“Jadwalnya kita ambil jalan paling tengah, bukan di Jumat, Selasa atau Senin, kita ambil hari Rabu,” jelas Ngatiyana.

Ia menambahkan bahwa pemilihan hari Senin bisa menimbulkan kesan seolah pegawai mendapatkan tambahan waktu libur kerja.

Pengawasan Ketat Terhadap Potensi Penyalahgunaan WFH ASN

Pemerintah daerah sangat mewaspadai celah penyalahgunaan waktu kerja yang mungkin muncul dari kebijakan ini.

Penetapan hari Rabu dianggap paling efektif untuk memutus potensi pemanfaatan fenomena hari kejepit oleh oknum pegawai.

Melalui WFH ASN yang terukur, setiap aparatur tetap memiliki tanggung jawab penuh terhadap target kinerja harian mereka.

Pemerintah pusat memberikan keleluasaan penuh kepada daerah untuk menentukan teknik pelaksanaan sesuai kebutuhan lokal masing-masing.

“Karena pemilihan hari kita dibebaskan oleh pemerintah pusat, sesuai teknik kita sendiri,” ujarnya dengan nada tegas.

Walaupun jarak rumah pegawai rata-rata sangat dekat, komitmen terhadap instruksi pusat tetap menjadi prioritas utama.

Penerapan WFH ASN di Cimahi adalah bentuk loyalitas terhadap sistem birokrasi yang lebih modern dan adaptif.

Pemerintah akan terus melakukan evaluasi rutin agar produktivitas pegawai tetap berada pada level tertinggi setiap pekannya.

“Tapi kita tetap loyal terhadap petunjuk dari pemerintah pusat, tetap kita laksanakan WFH,” pungkas Ngatiyana menutup pembicaraan. (edt).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan