IRGC Gagalkan Operasi AS di Isfahan, Pesawat Black Hawk Hancur Lebur

HEADLINE38 Dilihat

BERITAPEDIA – Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan, pasukan Iran berhasil menghancurkan dua pesawat angkut C-130 milik AS serta dua helikopter Black Hawk, yang sedang dalam misi untuk menyelamatkan pilot jet tempur Amerika yang terjatuh.

“Operasi penyelamatan yang direncanakan oleh Angkatan Darat AS, yang dimaksudkan sebagai operasi tipuan dan pelarian dengan alasan untuk menyelamatkan pilot pesawat mereka yang jatuh di bandara yang ditinggalkan di wilayah selatan Isfahan, mengalami kegagalan total karena kehadiran pasukan Iran di saat yang tepat,” ungkap Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari pada hari Minggu.

BACA JUGA: Pilot F-15 yang Ditembak Iran Diklaim Ditemukan AS

Dia menambahkan bahwa selama misi yang dilakukan oleh pasukan Iran, dua pesawat angkut C-130 dan dua helikopter Black Hawk telah dihancurkan.

“Ini telah menunjukkan kepada semua pihak bahwa militer AS yang terpuruk tidak lagi menjadi kekuatan dominan yang mampu melawan kekuatan angkatan bersenjata Republik Islam Iran dalam konflik yang dipaksakan ini,” ujarnya.

“Setelah keberhasilan operasi yang gemilang, presiden AS yang kalah segera berusaha mengalihkan perhatian dari kegagalan melalui kebohongan dan perang psikologis. Sebagaimana dulu, ia terus melanjutkan klaim yang tidak benar dan saling menyalahkan, sedangkan kenyataan di lapangan menunjukkan keunggulan Iran. ”

Pernyataan ini dikeluarkan setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim dalam sebuah postingan di media sosial bahwa militer AS “menangkap” pilot tersebut dalam sebuah misi, sehari setelah menyelamatkan pilot lainnya.

Namun, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membantah klaim Trump tersebut.

“Setelah upaya putus asa dari AS untuk menyelamatkan pilot yang jatuh dan masuknya pesawat musuh ke tengah negara, pesawat musuh berhasil dihancurkan dan AS kembali menderita kekalahan yang memalukan dalam operasi gabungan melibatkan Angkatan Udara, Angkatan Darat, serta unit masyarakat, Basij, dan kepolisian,” ujar Departemen Hubungan Masyarakat IRGC.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa insiden ini mirip dengan peristiwa pada 25 April 1980, ketika pasukan AS mencoba memasuki kota Tabas untuk membebaskan sandera Amerika yang ditahan di Iran, namun terhambat oleh badai pasir yang besar.

Selain itu, pada hari Minggu, dua drone intruder, termasuk MQ-9 dan Hermes-900, dihancurkan di atas langit Provinsi Isfahan oleh sistem pertahanan udara Iran yang beroperasi di bawah jaringan pertahanan udara terpadu negara tersebut.

Agresi kriminal yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dengan serangan udara yang menewaskan sejumlah pejabat dan komandan senior Iran.

Angkatan bersenjata Iran telah merespon dengan melaksanakan operasi rudal dan drone hampir setiap hari yang menargetkan lokasi di wilayah yang dikuasai Israel serta basis dan aset militer AS di kawasan tersebut.

Mereka juga telah berhasil menembak jatuh beberapa jet tempur musuh, rudal, dan drone, yang mencerminkan kesiapan Iran untuk melindungi wilayah udaranya.

Komentar